Radikalisme dan Terorisme Ancaman Terbesar NKRI

 SENIN, 19 DESEMBER 2016 , 18:24:00 WIB

RMOL. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengakui adanya ancaman perpecahan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, ancaman perpecahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, dua diantaranya radikalisme dan terorisme.

"Muncul permasalahan yang menghantui keutuhan NKRI, radikalisme dan terorisme," ungkap Tjahjo saat menjadi keynote speaker dalam seminar dengan tema 'Merangkai Indonesia Dengan Kebhinnekaan' di Universitas Islam Jakarta, Jl. Rawamangun, Senin (19/12).

Kedua hal ini, ujar Tjahjo harus jadi perhatian kerja sama diantara seluruh lembaga penegak hukum untuk mengambil tindakan yang baik.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini juga meminta kepolisian sebagai institusi yang dekat denga rakyat agar menerapkan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

"(Radikalisme dan terorisme red) harus jadi perhatian kerja sama kita semua karena masalah ini sangat menghantui keutuhan NKRI," tegas dia.

Tjahjo mengaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 dan NKRI adalah harga mati. Ia pun mengajak masyarakat Indonesia agar berani menentukan sikap siapa kawan dan siapa lawan.

"Merangkai Indonesia dalam sebuah Kebhinnekaan, kenapa ini muncul setelah 71 tahu merdeka. Lebih dari 17 ribu pulau, lebih dari 13 ribu suku-suku banyak agama, keyakinan, banyak adat, ini lah yang namanya NKRI," ujarnya.

"Yang namanya pancasila, kebhinnekaan, NKRI adalah harga mati," tukas Tjahjo.[has/prs]

Komentar Pembaca