Mabes Polri Selidiki Kejanggalan Polres Depok Tangani Kasus Ramlan Butarbutar

Peristiwa  JUM'AT, 30 DESEMBER 2016 , 18:45:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Mabes Polri akan melakukan penyelidikan internal terkait kejanggalan proses pembantaran dan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap Ramlan Butarbutar pada 25 Oktober 2015, ketika ditangani Polres Depok.

Ramlan Butarbutar sendiri akhirnya tewas usai ditembak karena melawan polisi saat disergap dikawasan Bekasi. Residivis ini merupakan 'Kapten' rampok sadis yang beraksi di rumah Dodi Triono di Pulomas.

Mabes Polri mencium sejumlah kejagalan di Polres Depok ketika menangani Ramlam Butarbutar. Diantaranya, sejak terbit DPO diketahui tidak langsung dilakukan pengejaran terhadap pelaku kemudian soal terbitnya pembantaran terhadap Ramlan. Sekaligus perihal terbitnya surat penangguhan penahanan.

"Bagaimana dalam proses yang katakanlah Pembantaran kemudian diterbitkan DPO dan dinyatakan buron. Kemudian tidak dilakukan penangkapan saat itu, tentu akan diselidiki secara internal. Di mana tugas dan tanggung jawab petugas," kata Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Martinus Sitompul, Jumat (30/12).

Ramlan pernah ditangkap atas kasus perampokan kepada kawasan Tapos, Depok. Oleh polisi dia ditangkap pada 15 Agustus 2016 oleh Polresta Depok.

Kemudian dia mengalami sakit, dan membuat pejabat kepolisian yang berwenang saat itu menerbitkan surat pembantaran hingga penangguhan penahanan. Penyidik memberi kesempatan Ramlan guna menjalani perawatan di RSCM.

Bersamaan dengan terbitnya penangguhan penahanan, Ramlan dikenakan wajib lapor. Namun, Ramlan tidak menjalankan wajib lapor selama dua kali berturut-turut.

Tercatat sejak 25 Oktober 2015 polisi menetapkan Ramlan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Hanya setahun berselang, Ramlan bersama rekan lainnya kembali berulah.

Dia merampok dan menyekap sebelas penghuni rumah di Pulomas Jakarta Timur. Alhasil, enam orang tewas dan lima lainnya selamat mesti sempat menjalani perawatan intensif di RS Kartika Pulomas. [dka]

Komentar Pembaca