KAPAL WISATA TERBAKAR

Pemerintah Gagal Hadirkan Standar Keamanan di Moda Transportasi

Peristiwa  SENIN, 02 JANUARI 2017 , 12:19:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebut, musibah terbakarnya KM Zuhro Express sebagai bentuk kegagalan menghadirkan standar pengamanan di moda transportasi

"Penumpang ada 230, kemudian penyediaan pelampung hanya ada 100, yang lain pakai apa? Kan kekurangan pelampung. Peran Syahbandar tidak ada di sini," katanya dalam keterangan persnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/1).

Tulus mendesak petugas berwenang untuk lebih ketat melakukan pengawasan sarana transportasi.

"Kalau kapal wisata saja pengelolaannya seperti ini, bagaimana dengan kapal non wisata? Atau kapal perintis di non pinggiran sana?" katanya.

Menurutnya, pemerintah harus berbenah dan tidak boleh diam hanya pada urusan hukum saja.

"Pengawasan ketat dari hulu mulai perizinan operasional di lapangan, pengawasan selama ini, izin nakhoda dan segala macam harus diperketat. Jadi jangan berhenti di urusan polisi, urusan kasus hukumnya saja," tambahnya.

Kapal Zuhro Express mengalami kebakaran hebat. Kapal yang mengangkut 251 penumpang ini terbakar di perjalanan menuju Pulau Tidung.

Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke menuju Pulau Tidung.

Namun baru 15 menit berangkat, dari kapal terlihat kepulan asap yang dilanjut dengan nyala api ke seluruh badan kapal.

Rincian korban hingga saat ini ada 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang dan 194 orang selamat. [dka]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00