Solidaritas Peduli Korban 212 Minta Tiga Orang Ini Dibebaskan

 KAMIS, 05 JANUARI 2017 , 11:52:00 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pelaksanaan aksi bela Islam pada 2 Desember lalu terbukti berjalan tanpa ada insiden dan kerusuhan. Dimana jutaan umat Islam terlibat dalam aksi menuntut penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjara dan diadili seadil-adilnya.

Namun sayang, aksi umat Islam dibawah komando GNPF-MUI itu mendapat penilaian dan respon antisipatif yang sangat berbeda dari Pemerintah. Sejumlah tokoh yang rencana terlibat dalam aksi tersebut justru mendapat perlakuan yang sangat represif dari penguasa.

"Sebanyak 11 tokoh ditangkap pada jumat menjelang subuh sebelum melaksanakan aksi bela Islam 212," kata Koordinator Aksi Bela Korban 212, Afrizal di Jakarta, Kamis (5/1).

Dia pun menilai penangkapan tersebut merupakan bentuk matinya simbol demokrasi di Indonesia. Dimana kebebasan untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat telah dibungkam.

"Perbuatan rezim yang sangat otoriter telah menimbulkan matinya simbol demokrasi di Indonesia dan merupakan bentuk perbuatan yang melanggar undang-undang Hak Azasi Manusia," tegasnya.

Afrizal pun merasa negara tidak adil, sebab orang yang dituntut dalam aksi tersebut masih berkeliaran, sedangkan pelaku demontrasi justru ditahan.

"Sampai dengan hari ini masih ada tokoh aksi bela Islam yang masih ditahan oleh pihak Polda Metro Jaya, yaitu Rijal, Jamran, dan Sri Bintang Pamungkas," terangnya.

Dia menilai proses penegakan hukum terlihat sangat diskriminatif, ketika tokoh-tokoh yang lain dibebaskan dari tahanan karena mempunyai kekuatan politik dan jaringan yang besar, sementara 3 orang tersebut masih tetap ditahan.

Pasal makar dan UU ITE menjadi dasar dalam memproses dan menahan para aktifis yang kritis terhadap penguasa. Menurutnya, situasi tersebut mirip dengan kekejaman dan kekerasan serta bentuk otoritarian pemerintah dimasa lalu, dengan memberlakukan Petrus dan undang-undang NKK BKK.

Untuk itu, solidaritas peduli korban Aksi Bela Islam 212 akan mendatangi DPR RI agar lembaga perwakilan rakyat tersebut memanggil Kapolri dan Kapolda Metro Jaya untuk segera membebaskan tokoh aktivis yang masih ditahan.

"Stop rezim tiran, stop pembungkaman terhadap aspirasi rakyat, bebaskan pejuang Islam, bebaskan pejuang rakyat," tegasnya. [ipk]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00