Indonesia yang Dibangun Itu Bukan Negara Agama

 KAMIS, 26 JANUARI 2017 , 22:53:00 WIB | LAPORAN:

Indonesia yang Dibangun Itu Bukan Negara Agama

Foto: Rmoljakarta

RMOL. Belakangan ini bangsa Indonesa dicoba kembali diguncang dengan gerakan-gerakan yang merobek-robek bangsa. Beberapa kelompok yang mengatasnamakan agama berusaha mempersoalkan kebhinekaan.

Demikian dikatakan pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Karyono Wibowo dalam Seminar kebangsaan Fakultas Hukum Univ. Islam Assafiyah dengan tema "Tantangan Pancasila Dalam Memelihara Kebhinekaan Bangsa" di Aula KH. Abd. Assyafi UIA, Jati Waringin, Kamis (26/1).

"Padahal, susunan bangsa di Indonesia memiliki ragam suku budaya bangsa. Oleh karena itu para pemimpin bangsa dengan kearifannya menyusun Pancasila menjadi dasar negara. Tapi ada saja kelompok atau gerakan yang mempersoalkan kebhinekaan kita," kata Karyono.

Menurutnya, jika dilihat nilai-nilai toleransi kedudukan dalam berbangasa dan negara, yang pertama ialah kedudukan tentang perbedaan, toleransi keberagaman dalam Pancasila ialah persatuan Indonesia.

Selain itu, dalam Pancasila dan UUD setiap warga negara memeliki hak untuk sama didepan hukum, hidup sejahtera, dan memiiliki hak untuk memeluk agama masing masing.

"Jadi persepsi negara yang dibangun sudah jelas sekali. Negara Indonesia yang dibangun itu bukan negara agama," tegasnya.

Hal senada juga dikatakan Yasin Ardi, Sekretaris Pasca Sarjana FH UIA. Menurutnya, Indonesia ini dalam pasal 29 ayat 1 negara berdasar atas ketuhanan yang maha esa. Apalagi ada 5 agama yang diakui di Indonesia yakni, Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

"Jadi salah jika Indonesia itu dipersepsikan sebagai negara agama," jelasnya.

Bahkan tokoh bangsa Bung Hatta, kata Yasin, pernah mengatakan kalau urusan agama itu jangan dicampur aduk dengan urusan negara. "Tapi yang terjadi sekarang malah kebalikannya," kata dia.[prs]

Komentar Pembaca