Terkait Kicauan 'Babu', Fahri Hanzah Dilaporkan Ke MKD

 JUM'AT, 27 JANUARI 2017 , 12:06:00 WIB | LAPORAN:

Terkait Kicauan 'Babu', Fahri Hanzah Dilaporkan Ke MKD

NET

RMOL. Lantaran berkicau "babu" di akun Twitter, wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Buruh Migran Indonesia.

Pelaporan tersebut lantaran mereka merasa kicauan Fahri merendahkan martabat perempuan dan PRT migran.

"Hari ini Migrant Care melaporkan saudara Fahri Hamzah atas cuitan di lini masa twitter," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah usai melapor ke MKD di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 27/1).

Tweet Fahri Hamzah yang dipersoalkan yakni, "Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela".

Dikatakan Anis, ada 3 hal yang menjadi permintaan mereka. Dimana permintaan itu sudah punya dasar yang kuat sebelum diajukan kepada MKD.

"Menegur agar ke depan lebih mempertimbangkan etika, baik dalam berucap, juga menyampaikan statement. Kedua, (Fahri) dipertimbangkan agar digantikan posisinya sebagai ketua timwas TKI. MKD juga diminta mempertimbangkan posisi Fahri sebagai Wakil Ketua DPR RI," kata Anis.

Dia menilai DPR justru menjadi pihak yang gagal melindungi buruh migran. Di mana revisi UU yang harusnya 7 tahun lalu masuk prioritas Prolegnas mangkrak karena kinerja mereka.

"Salah satunya saudara Fahri yang mindsetnya sangat merendahkan profesi buruh migran di luar negri," kata Anis.

"Istilah babu bahkan tidak relevan dengan konsepsi perburuhan karena lekat dengan konsepsi perbudakan dan sudah lama dihapus dalam kamus perburuhan. Kami menyebutnya PRT dan itu diakui resmi oleh organisasi perburuhan Internasional."

Tak hanya itu, istilah mengemis juga dinilainya tidak pantas disampaikan karena buruh migran yang ke Luar negeri bekerja, tidak ada yang mengemis, meminta-minta.
"Bahkan mereka bekerja dengan keringat, darah bahkan yang juga kehilangan nyawa. Betapa sulitnya kehidupan mereka," kata Anis.

Fahri sendiri sudah memberi penjelasan soal tweet-nya tersebut. Fahri menjelaskan bahwa cuitan itu terkait maraknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. [ipk]

Komentar Pembaca