DPD Golkar Depok Sudah Pecat Ervan Teladan

Polhukam  MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 , 04:47:00 WIB

DPD Golkar Depok Sudah Pecat Ervan Teladan
RMOL. Ervan Teladan (42) tidak lagi jadi politisi teladan andalan Partai Golkar. Tepatnya, sejak anggota Komisi C DPRD Kota Depok itu jadi buron kasus narkoba jenis sabu Polresta Depok, sejak 4 Februari lalu.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Depok pun resmi memecat Ervan.

"Sudah dipecat sejak buron. Terhitung Selasa malam (7/2)," kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi El Fouz Arafiq, Sabtu (25/2).

Meski demikian, keanggotan Ervan di kursi dewan Kota Depok masih belum dinonaktifkan. Bahkan, Farabi juga belum dapat memastikan siapa calon kadernya yang akan menggantikan mantan Wakil Sekretaris DPD Golkar Kota Depok itu di kursi dewan. "Belum terpikirkan," singkatnya, seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Sebelumnya, Ervan menggantikan Babai Suhaimi sebagai anggota komisi C DPRD Kota Depok lewat Perggantian Antar Waktu (PAW) masa jabatan 2014-2019, 21 Oktober 2015.

Saat itu, Babai mengundurkan diri dari jabatannya karena akan maju sebagai Calon Wakilwali Kota Depok 2015.

Penunjukan Ervan untuk menggantikan Babai disetujui oleh Gubernur Jawa Barat melalui Surat Keputusan (SK) nomor 171/KEP.1163-PemUm/2015 tertanggal 15 Oktober.

Seperti diketahui, Ervan ditangkap polisi Jumat malam (24/2), setelah tiga minggu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkoba.

Ervan ditangkap saat sedang mengendarai motor seorang diri, di kawasan Jatimulya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, sekira pukul 20.00 WIB.

Saat ini, Ervan dan sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolresta Depok untuk penyelidikan lebih lanjut.

Selain Ervan, Polisi juga mengamankan seorang perempuan bernama Siti Ummu Kalsum (36) Binti Dasmad warga Ragajaya, Bojonggede, Bogor, yang mengaku sebagai kurir pengantar sabu ke Ervan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.[prs]

Komentar Pembaca