Tuntaskan TPPU Rp 80 M Milik Penegak Hukum

 MINGGU, 12 MARET 2017 , 00:35:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

RMOL. Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavia agar bertindak proaktif untuk merespon secara cepat dan serius laporan LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), tanpa adanya diskriminasi dalam proses penegakan hukum.

"Tuntaskan laporan LSM MAKI seadil-adilnya tanpa adanya diskriminasi hukum," kata Faizal melalui siaran elektroniknya, Sabtu (11/3).

Menurut Faizal, publik juga mendorong Bareskrim Polri membeberkan laporan LSM MAKI secara transparan. Apalagi beredar rumor adanya dugaan keterlibatan pejabat Polri bintang dua dalam kasus tersebut.

"Kalau benar kasus pencucian uang itu melibatkan pejabat teras Polri tentu sangat disayangnkan," tegas Faizal.

Sebelumnya, Koordinator MAKI, Boyamin Saiman melaporkan seorang penegak hukum berinisial MIB dan rekannya UB ke Bareskrim atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Jumat (10/3) kemarin.

MIB dan UB diduga memiliki tujuh aset tanah dan rumah senilai Rp80 miliar di Tegal, Jawa Tengah.

Boyamin mengatakan, awalnya diketahui UB ini tidak bekerja, namun ternyata mengelola aset yang nilainya fantastis.

“Setelah diinvestigasi, ternyata aset itu diduga milik seorang penegak hukum. UB yang mengakuinya sendiri. Karena itu kami laporkan ke Bareskrim,” kata Boyamin.

Tujuh aset tersebut, yakni dua tanah seluas 100 hektare berlokasi di Brebes, lahan sawah seluas 3,5 hektare di Tegal yang ditaksir seharga Rp15 miliar, dua rumah mewah di Tegal senilai Rp3 miliar, sawah di Tegal senilai Rp800 juta dan sawah seluas 1.500 meter senilai Rp450 juta.

"Hampir semua aset tersebut berada di Tegal, Jawa Tengah. Karena MIB merupakan mantan penegak hukum yang berdinas di Tegal. Saat ini MIB berdinas di Jakarta," terang Boyamin.

Menurut Boyamin, bisa jadi aset fantastis tersebut merupakan hasil dari tindak pidana yang lainnya. Seperti, memainkan kasus dan sebagainya. Namun, yang paling penting sebenarnya TPPU.

"Kalau TPPU-nya dikejar, pidana lainnya pasti muncul. Bisa jadi MIB ini hanya meminjam nama untuk menutupi asetnya," tutur kuasa hukum Antasari Azhar tersebut.[prs]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok