Ketidakberesan Amdal Lalin Mall Biang Kerok Kemacetan

Ragam  KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 , 14:30:00 WIB | LAPORAN:

Ketidakberesan Amdal Lalin Mall Biang Kerok Kemacetan

Ilustrasi/Net

RMOL. Sejumlah gedung termasuk pusat perbelajaan di ibukota ditengarai tidak memenuhi analisis dampak lingkungan tentang lalulintas (Amdal Lalin). Hal inilah yang memperparah kemacetan di Jakarta.

Demikian disampaikan ketua Presidium Indonesian Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan. Dia pun mengaku heran kenapa gedung perkantoran dan pusat perbelajaan diperbolehkan mendirikan bangunan kendati Amdal Lalinnya tidak beres.

Padahal Amdal lalin sendiri merupakan salah satu syarat utama yang harus dipenuhi untuk diterbitkannya izin lokasi, IMB dan atau izin mendirikan bangunan khusus.

"Hampir semua gedung perkantoran apalagi pusat perbelanjaan tidak ada memenuhi Amdal Lalin. Mereka jadi biang kerok kemacetan," kata Edison saat berbincang dengan RMOLJakarta, Kamis (31/8).

Edison mengatakan, kondisi tersebut bisa dilihat dari kemacetan di sekitar ruas jalan menuju pusat perbelanjaan. Belum lagi, parkiran yang sampai meluber ke bahu jalan karena tidak diperhitungkan kebutuhan ruang parkir.

Padahal, kata Edison kewajiban memenuhi syarat AMDAL lalu-lintas itu diatur Sesuai Pasal 99 ayat (1) Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Pasal 47 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 disebutkan bahwa setiap rencana pembangunan Pusat Kegiatan, Pemukiman, dan Infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan wajib dilakukan analisis dampak lantas.

Bahkan pada pasal 47 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang kewajiban bagi setiap rencana pembangunan Pusat Kegiatan, Pemukiman, dan Infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas danAngkutan Jalan untuk dilakukan analisis dampak Lantas dan menjadikan dokumen Amdal Lalin sebagai salah satu prasyarat utama diterbitkannya izin lokasi, IMB dan/atau izin mendirikan bangunan khusus.

Jadi dalam setiap pembangunan gedung, maka pengelolanya harus memperhitungkan perkiraan kebutuhan ruang parkir untuk kendaraan bermotor penghuni atau tamunya. Kemudian akses pintu masuk agar tidak mengangganggu kelancaran lantas.

"Faktanya hari ini bisa dilihat akibat Amdal lalin tidak ada pengelola semuanya saja. Pintu masuk dengan bibir jalan sangat dekat sehingga menimbulkan kemacetan luar biasa," kata Edison.

Edison pun mendesak pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalulintas sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait Amdal Lalin.

"Udahlah jangan tutup mata. Para pengusaha jangan mau untungnya saja. Ini toh demi kepentingan dan kebaikan bersama," kata Edison.[dem]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok