Kemacetan Bertambah Parah, Dirlantas Polda Diminta Dirotasi

Ragam  KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 , 12:13:00 WIB | LAPORAN:

Kemacetan Bertambah Parah, Dirlantas Polda Diminta Dirotasi

net

RMOL. Serikat Mahasiswa Pemerhati Transportasi (SMPT) meminta Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra dievaluasi. Pasalnya, Halim dinilai tak mampu mengurai kemacetan parah di beberapa titik Ibukota Jakarta terutama depan Mapolda Metro Jaya.

Seperti yang terliaht Rabu (27/9) kemarin,  di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Mapolda Metro Jaya terjadi kemacetan parah pada saat di luar jam pulang kantor.

"Kami juga meminta agar Kombes Halim Pagarra dicopot dari jabatannya sebagai Dirlantas Polda Metro karena tak mampu mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas di ibukota," kata Ketua SMPT Hendi Ilmawan, melalui keterangan yang diterima redaksi, Kamis (28/9).

Dirlantas, kata dia, dinilai tak berhasil untuk merekayasa lalu lintas, bahkan di depan Mapolda Metro saja kena imbas kemacetan yang luar biasa.

Pihaknya, lanjut Hendi, menyayangkan kurang gregetnya Dirlantas Polda Metro dalam melakukan terobosan dan inovasi untuk mengatasi kemacetan lalin yang kian parah.

"Jajaran lalu lintas Polda Metro Jaya tidak memiliki inovasi dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Jalanan apa sarang semut kok semrawut gini,” tutur dia.

Atas kejadian tersebut, yang tentunya memancing respons negatif dari kalangan mahasiswa ibukota, Hendi pun mendorong agar merotasi posisi jabatan Halim Paggara pada sosok yang mumpuni. Sebab, kata dia, jajaran lalu lintas di bawah kepemimpinannya dianggap belum bekerja secara maksimal.

"Dampak yang ditimbulkan oleh kemacetan lalu lintas ini sangatlah banyak dan sudah jadi momok menakutkan bak zombie bergentayangan," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, dampak lainnya adalah dari sisi waktu dan biaya, bahkan menambah tingkat stres dan emosi warga. Kemacetan juga menyebabkan laju kendaraan menjadi lambat dan pembakaran bahan bakar yang lama akan menghasilkan karbondioksida sehingga akan menimbulkan polusi udara yang semakin banyak.

"Karbondioksida mengandung racun yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat sehingga produktivitas menurun,"sambungnya.

Menurutnya, bila produktivitas menurun maka perekonomian juga akan terganggu.

"Jadi kesehatan dan ekonomi pun ikutan terganggu. Saya rasa sudah layak dicopot karena tak punya strategi mengatasi kesemerawutan lalu lintas," pungkasnya. [mla]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok