Lalin Di Jakarta Menuju Kiamat

Ragam  SABTU, 21 OKTOBER 2017 , 18:28:00 WIB | LAPORAN:

Lalin Di Jakarta Menuju Kiamat

Ilustrasi/Net

RMOL. Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan kondisi lalu lintas (Lalin) di Jabodetabek akan mengalami macet total dan lumpuh.

"Jika tidak tidak segera diatasi maka pelan tapi pasti kondisi Lalin seperti saat ini akan menuju kiamat," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Sabtu (21/10).

Menurut Edison, dampak kemacetan sangat membahayakan karena menimbulkan beban ekonomi masyarakat semakin berat. Kemacetan juga memicu ongkos kerja dan beban anggaran pemerintah semakin besar dan pemborosan penggunaan BBM yang membuat volume kebutuhan BBM meningkat

Tidak hanya itu, kemacetan juga membuat para pengguna jalan mengalami gangguan fisik dan fsikis, sehingga menjadi emosional, cepat marah dan tersinggung, stress dan depresi. Semua gangguan akibat kemacetan itu dapat memicu usia semakin pendek. Dalam kondisi Lalin seperti saat ini, hendaknya pemerintah tidak lagi mencari penyebab untuk dijadikan kambing hitam.

Apalagi dijadikan alasan untuk menutupi ketidak mampuannya mengatasi kemacetan. ITW mendesak pengambil kebijakan harus bertindak cepat, untuk memberikan solusi yang bukan hanya untuk kepentingan sesaat apalagi beraroma pencitraan.

"Bila tidak ada terobosan yang cepat dan kongkrit, maka kita sedang mengantar Lalin menuju kiamat," tegas Edison

Menurut Edison, ada lima upaya yang dapat dilakukan Gubernur DKI yang baru, sebagai kebijakan alternatif untuk  menjadi solusi mengatasi kemacetan, yakni Pemprov DKI segera merasionalisasi jumlah angkot seperti mikrolet, metro mini, kopaja, taksi online dan konvensional karena jumlahnya sudah melebihi dari kebutuhan. Tetapi terus beroperasi, sehingga menjadi pemicu terjadinya kemacetan, memastikan jumlah bus TransJakarta sudah dapat memenuhi kebutuhan dan menerapkan manajemen pelayanan tepat waktu khususnya pada jam sibuk. Serta memberikan jaminan sebagai transportasi yang aman, nyaman, selamat, sehingga diminati masyarakat. .

Selanjutnya, menjadikan TransJakarta sebagai bentuk pelayanan publik bukan perusahaan yang mengejar provit dan encabut kebijakan yang potensi mengganggu kelancaran arus Lalin, seperti genap ganjil nomor polisi kendaraan. Dengan menerapkan kebijakan sistem buka tutup satu arah khususnya jalur masuk dan keluar Jakarta dan jalan protokol pada periode atau waktu tertentu serta gencarkan kampanye tertib Lalin bersamaan dengan penegakan hukum yang konsisten.[dem]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00