Keterlibatan Perempuan Dalam Pengambilan Keputusan Terus Didorong

Nasional  KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 07:22:00 WIB

Keterlibatan Perempuan Dalam Pengambilan Keputusan Terus Didorong

Ilustrasi/Net

RMOL. Pemerintah mengakui jika keterlibatan perempuan dalam kancah perpolitikan nasional masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar 30 persen. Hal itu berdampak pada upaya peningkatan kualitas hidup perempuan di Indonesia.

"Aspek penting yang merupakan penghambat upaya peningkatan kualitas hidup perempuan antara lain ditunjukan pada capaian di bidang politik dan pengambilan keputusan," kata Prayogo SE dari Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri dalam seminar bertema 'Perempuan dan Politik' di Sekolah Pasca Sarjana UHAMKA, Jakarta, Rabu (8/11).

Dia menjelaskan, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif hasil Pemilu 2014 yaitu DPR 17,32 persen, DPD 25,76 persen, DPRD provinsi 16,15 persen, dan DPRD kabupaten/kota 14,15 persen. Perempuan di eksekutif yang mengisi jabatan menteri 23,5 persen, gubernur nol persen, eselon I 20,9 persen, eselon II 11 persen, eselon III 20,6 persen, dan eselon IV 33 persen. Sedangkan, perempuan di yudikatif yakni di Mahkamah Agung 12 persen, Mahkamah Konstitusi 11 persen, Komisi Yudisial nol persen, Komisi Pemberantasan Korupsi 20 persen, dan Komisi Pemilihan Umum 14 persen.

"Masih jauh dari target yang akan kita upayakan yaitu 30 persen sebagaimana kuota yang ditetapkan," kata Prayogo.  

Dia menambahkan, saat ini, pemerintah melakukan pemetaan secara seksama untuk mengetahui representasi dan kebutuhan perempuan baik sebagai pemilih maupun sebagai calon.

"Serta memberikan informasi dan pelatihan kepemimpinan untuk perempuan," imbuh Prayogo.

Ketua YPIT Al Khalifa Jawa Timur Ihsana El Khuluqo menambahkan bahwa perempuan Indonesia harus bisa membagi waktu antara menjadi ibu rumah tangga dan menjalankan profesinya seperti sebagai kepala sekolah, guru, maupun ustadzah.

"Perempuan harus cerdas membagi waktu untuk kemaslahatan umat dan bisa menjadi garda terdepan dalam hal membantu menyosialisasikan pemerintah dalam hal undang-undang tentang kepersertaan perempuan dalam berbagai keperluan dalam kebutuhan masyarakat," ujarnya.[wah]  

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00