JRPP: PT. Jakpro Perlu Diaudit BPK

Hukum  KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 10:58:00 WIB

JRPP: PT. Jakpro Perlu Diaudit BPK

Ilustrasi/Net

RMOL. Pekerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) yang dilaksanakan oleh PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) diduga bermasalah.

Jakarta Research and Public Policy (JRPP) mendesak agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit PT. Jakpro tersebut.

"Berdasar hasil kajian kami, beberapa pengadaan yang dilakukan PT. Jakpro pada proyek LRT bermasalah. Pengadaan itu tidak mengikuti prosedur yang ada. Kami mendesak BPK segera mengaudit PT. Jakpro," ujar peneliti JRPP, Edwar Darwis kepada redaksi.

Pihak direksi PT. Jakpro melakukan penunjukkan langsung pengadaan barang. "Pengadaan tetra radio dan rolling stock signalling langsung tunjuk tanpa lelang. Itu melanggar aturan," tegas Edwar.

Edwar menyebut dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang telah dihabiskan untuk proyek LRT sebesar Rp 1,19 triliun.

Sudah uang yang dihabiskan banyak (1,19 Trilyun), terlambat (2 persen) lagi," bebernya.

Edwar pun menduga PT. Jakpro melakukan pemborosan pada pelaksanaan proyek LRT. "Pembangunan satu stasiun LRT itu terlalu mahal. Dan jumlah stasiun yang dibangun harusnya cukup tiga saja. Ini kan enam buah. Biaya produksi jadi membengkak. Kami mendesak Gubernur DKI Jakarta menghentikan pemborosan ini dengan melakukan audit," paparnya.[wid]

Komentar Pembaca