Tangkal Radikalisme, FKPPI Desak NKK/BKK Dicabut

Nasional  JUM'AT, 10 NOVEMBER 2017 , 21:14:00 WIB

Tangkal Radikalisme, FKPPI Desak NKK/BKK Dicabut

FKPPI/RMOL

RMOL. Pengurus Pusat (PP) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) yang dipimpin Ketua Badan Bela Negara PP FKPPI Bambang Soesatyo sudah melakukan audiensi dengan pejabat negara, ketua partai politik dan ketua ormas.

Audiensi FKPPI berkaitan dengan acara "Apel Kebangsaan" sekaligus memperingati hari jadi FKPPI yang ke-39 tahun. Pelaksanaan apel kebangsaan di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jumat (18/11) mendatang. Upacara tersebut rencananya akan menghadirkan 10 ribu orang anggota FKPPI dari berbagai daerah di Indonesia.

Kami harapkan Pak Oesman Sapta hadir. Kami juga mengundang Bapak Presiden RI untuk menjadi inspektur upacara,” kata Bambang seusai menemui Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Oesman Sapta Odang (OSO), Jumat (9/11).

Upacara ini dimaksudkan menggelorakan persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak hanya itu, apel ini juga menjadi sarana peringatan tegas kepada para oknum, yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa secara terang-terangan atau terselubung yang mengancam Pancasila dan UUD tahun 1945.

"FKPPI membuka diri bagi kader-kader kepemudaaan yang ingin berpartisipasi dalam apel kebangsaan dengan satu tujuan mendukung Pancasila dan NKRI," sambung Bambang.

Bamsoet panggilan akrab Ketua Komisi III DPR itu mengatakan apel ini bisa menjadi warning pada ancaman kebangsaan dalam kampus atau luar kampus. Dikatakannya, ancaman radikalisme kini telah mengancam kampus-kampus seluruh Indonesia. Pihaknya juga meminta agar Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) segera dicabut.

Jadi, biarkan politik masuk ke kampus agar mahasiswa memahami politik. Sehingga bisa menghentikan ancaman radikalisme yang mengancam NKRI. Kita juga akan mendesak agar kebijakan NKK/BKK dicabut," pungkas Bamsoet.

Sementara itu, Oesman memberikan apresiasi atas rencana pelaksanaan apel kebangsaan tersebut. Menurut dia, peran FKPPI memang harus menjadi pelopor dalam menjaga keutuhan bangsa.

Peran FKPPI sangat luar biasa. Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan apel kebangsaan yang akan diselenggarakan FKPPI. FKPPI semestinya memang menjadi pelopor dan contoh dalam menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Pancasila dari rongrongan para oknum yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Selama untuk Pancasila dan NKRI, saya pasti hadir dan mendukung,” tegas Ketua DPD RI itu.

OSO menegaskan dirinya mendukung penuh langkah FKPPI yang menjadi promotor dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Apalagi, FKPPI adalah anak dari putra-putri purnawirawan TNI-Polri yang telah mengabdi kepada negera ini.

FKPPI juga banyak yang terdiri dari para pemuda-pemudi yang lebih kreatif. Maka kita dukung,” tutur senator asal Kalimantan Barat itu.

Selain menemui Oesman Sapta, Bamsoet beserta pengurus teras FKPPI seperti Bahriyoen Soecipto (Sekjend FKPPI), Devi Andita (Ketua Panitia HUT FKPPI ke-39) serta yang lainnya juga menemui Ketum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Ketua DPP Partai Nasden yang juga pendiri FKPPI Surya Paloh, dan tokoh nasional yang lain.

"Saya berharap FKPPI bisa mempersiapkan transformasi regenerasi yang andal dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara," pesan Surya Paloh pada pengurus FKPPI. [Ihsan/san]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00