Pelajar Indonesia Dan Rusia Berbaur Peringati Hari Pahlawan

Dunia  SABTU, 11 NOVEMBER 2017 , 07:47:00 WIB

Pelajar Indonesia Dan Rusia Berbaur Peringati Hari Pahlawan
RMOL. Mungkin terdengar ganjil bila warga asing ikut memperingati Hari Pahlawan yang diperingati bangsa Indonesia tiap 10 November. Namun itulah yang terjadi di kantor Kedutaan Besar RI di Moskow, Rusia.

Jumat (9/11) waktu setempat, pelajar Indonesia berbaur dengan pelajar Rusia dalam Seminar Internasional Kepahlawanan yang bertema "Meneladani Perjuangan Pahlawan Bangsa" bertempat di KBRI Moskow. Seminar ini diselenggarakan oleh Sekolah Indonesia Moskow dan didukung oleh KBRI Moskow, International Public Organization (IPO) dan Academy of Public Administration (APA).

Sebanyak 58 pelajar dari Sekolah Indonesia Moskow dan 21 pelajar sekolah Rusia menjadi peserta dari seminar ini. Para pelajar Rusia berasal dari Moskow maupun luar Moskow, seperti Sergiev Posad, Krasnoarmeysk, Krasnogorsk, Korolyov, Dmitrov, Balashiha, Novovolkovo dan bahkan St. Petersburg yang berjarak sekitar 850 km dari Moskow.  Turut hadir dalam acara ini adalah Presiden IPO, Tatiana Mikhailova; Kepala Departemen Sistem Pendidikan APA, Prof. Mikhail Nechev; para orang tua pelajar, dan staf KBRI Moskow.

Selaku penanggung jawab seminar, Kepala Sekolah Indonesia Moskow, Sudirham, mengatakan, penyelenggaraan seminar internasional ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan pembelajaran bagi peserta didik dalam menghargai jasa-jasa pahlawannya.

Sementara Tatiana Mikhailovna mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari diplomasi kebudayaan untuk mempererat hubungan kedua bangsa. Yang menarik, peringatan Hari Pahlawan di Indonesia hampir bersamaan dengan hari besar Rusia, pada 4 November, yang diperingati sebagai Hari Kesatuan Rusia. 

Dalam seminar, para pelajar dari dua negara silih berganti menyampaikan pandangannya mengenai arti kepahlawanan. Mereka juga menjelaskan kiprah para pahlawan, perintis kemerdekaan dan pendiri bangsanya masing-masing.  

Misalnya, Muhammad Noeriman Rasyid dan David Bernessa Sihombing, siswa kelas 2 SMP Sekolah Indonesia Moskow, menyinggung perjuangan KH Hasyim Ashari yang menyerukan perjuangan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Sedangkan pelajar-pelajar Rusia menyoroti perjuangan para patriotnya dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Ada juga yang menceritakan kiprah tokoh-tokoh bangsanya yang tidak terkait dengan perang, seperti Yuri Gagarin sebagai manusia pertama yang terbang ke angkasa luar. 

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, mengatakan bahwa sama seperti Indonesia, Rusia juga memiliki sejarah panjang  dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Rusia berjuang untuk mempertahankan diri dari serangan musuh yang persenjataannya jauh lebih besar dan lebih canggih, seperti dalam pertempuran Borodino tahun 1812.

Selain seminar, Sekolah Indonesia Moskow dengan dukungan KBRI Moskow juga akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan lain yaitu pertandingan olahraga bulu tangkis Indonesia-Rusia pada tanggal 12 November 2017 dan pergelaran seni budaya Indonesia-Rusia tanggal 15 November 2017. [Aldi/ald] 


Komentar Pembaca