Indonesia Punya Jutaan Sudirman Muda Untuk Taklukan Dunia

Ragam  SABTU, 11 NOVEMBER 2017 , 19:09:00 WIB | LAPORAN:

Indonesia Punya Jutaan Sudirman Muda Untuk Taklukan Dunia

Heru Budi Wasesa/Net

RMOL. Peringatan hari Pahlawan merupakan refleksi bagi anak bangsa untuk mengenang jiwa ksatria para pejuang dalam merebut kemerdekaan dari tangah para penjajah.

Semangat pantang menyerah di tengah keterbatasan yang dimiliki para pejuang kemerdekaan rupanya juga diakui di dunia Internasional.

Demikian diungkapkan pemerhati ilmu pertahanan Heru Budi Wasesa. Lulusan Universitas Pertahanan Nasional (Unhan) sekaligus mentor Pancasila ini mengatakan ketika menimba ilmu di Amerika Serikat dirinya berkesempatan mengunjungi Pentagon, yang merupakan markas pertahanan negeri adi kuasa itu dan tidak semberangan orang bisa mengunjunginya. Disana ia menerima paparan mengenai sistem pertahanan keamanan Amerika.

Usai acara, kata Heru, ia bertemu seorang veteran tentara dan bercerita membanggakan kehebatan Alexander the Great dari Makedonia melawan King Darius dari Persia pada tahun 331 SM di daerah yang bernama Gaugamela, Iraq Utara.

Singkat cerita, di usia 26 tahun, Alexander berhasil mengalahkan pasukan Persia.

Dari kisah tersebut, Heru teringat dengan kegigihan Jenderal Sudirman sebagai pejuang kemerdekaan dan di usia yang masih muda berhasil pula mengalahkan penjajah. Bahkan sosoknya juga sangat disegani lawan dan dihormati kawan.

"Setelah selesai bercerita tiba-tiba orang itu bertanya pada saya dari mana saya. Saya bilang Indonesia, tanpa disangka tentara tua itu berkata 'wow General Sudirman the master of Guerrilla Warfare'. Saya terkejut campur bangga begitu terkenalnya di dunia pahlawan kita Sudirman dengan strategi perang gerilya. Bahkan dia akui negara seperti Vietnam dan lainya mengadopsi teknik tersebut sehingga bisa mengalahkan Amerika," kata Heru di Jakarta, Sabtu (11/11).

Untuk itulah, kata Heru, tugas dari anak muda sebagai generasi milineal untuk mengisinya dengan berbagai kontribusi positif sebagai bentuk tanggung jawab membangun negeri meneruskan perjuangan para pahlawan. Apalagi dengan kiprah para pahlawan yang kehebatannya diakui dunia intersional.

"Pertanyaannya saat ini bagi saya adakah kader kader muda kita yang dapat kembali mengukir sejarah dunia dengan karya dan tindakkannya atau kita hanya terkerdilkan dengan isu-isu SARA yang sudah kuno yang mebawa kita kebelakang. Majulah saudaraku, majulah bangsaku tunjukan pada dunia kita punya jutaan Sudirman muda lainnya untuk taklukan dunia," kata Heru.[dem]

Komentar Pembaca