Indonesia Dibentuk Bukan Untuk Satu Orang Atau Satu Golongan

Nusantara  MINGGU, 12 NOVEMBER 2017 , 21:01:00 WIB

Indonesia Dibentuk Bukan Untuk Satu Orang Atau Satu Golongan

Ananta Wahana/RMOL

RMOL. Negara Indonesia merdeka berdasarkan pada nilai ketuhanan bukan berdasarkan agama tertentu.

Demikian ditegaskan Anggota DPRD Banten, Ananta Wahana dalam raingaian acara Rekoleksi dan Pelantikan Putra Altar/Putri Sakristi (PAPS) di Gereja Katolik Santa Helena, Karawaci, Banten, Minggu (12/11).

Ananta menjelaskan toleransi dalam kehidupan kebangsaan yang majemuk harus bisa dilaksanakan, seperti setiap pemeluk agama melaksanakan ibadah.

Menurutnya, tidak boleh seseorang menghalangi orang lain untuk melaksanakan ibadah seperti dengan cara ditakut-takuti atau diancam.

"Toleransi itu harus bertuhan dan menyembah tuhannya dengan leluasa," ujar Ananta.

Toleransi, lanjutnya, adalah saling menghormati satu sama lain. Saling membantu dikala susah dan saling menjaga perasaan.

"Karena kita hidup di negara Indonesia yang dibentuk bukan untuk satu orang atau satu golongan, tetapi untuk semua anak bangsa," ujarnya.

Sejurus dengan Ananta Pastur Adi Pramono menilai setiap kelompok beragama harus mampu menjaga kerukunan antar anak bangsa dengan terus mendorong berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Bahkan menurutnya tempat ibadah seperti gereja juga harus ikut berperan untuk meredam ujaran kebencian melalui media sosial yang dilakukan kelompok intoleran.

Adi mengingatkan agar umat Katolik harus mampu menjadikan Gereja sebagai tempat menanamkan nilai kebangsaan dalam menjaga keberagaman di Indonesia.

"Gereja sebagai bagian masyarakat memiliki tanggungjawab menjaga kerukunan itu," demikian Adi. [Kiflan/nes]

Komentar Pembaca