Aktivis IMM Tanya Kesediaan Fahri Hamzah Jadi Presiden

Politik  SENIN, 13 NOVEMBER 2017 , 11:06:00 WIB

Aktivis IMM Tanya Kesediaan Fahri Hamzah Jadi Presiden

Fahri Hamzah:RMOL

RMOL. Baru-baru ini Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menghadiri Pawai Kebangsaan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pawai dengan tajuk 'Refleksi Hari Pahlawan' dihadiri OKP se Jatim juga diiringi diskusi. Dan Fahri salah satu pembicara.

Dalam forum itu, terjadi peristiwa menarik. Seorang mahasiswi dari aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melontarkan pertanyaan kepada Fahri. Mahasiswi aktivis IMM Jatim ini 'nembak' Fahri secara terbuka dengan mengajukan pertanyaan.

"Apakah Bang Fahri Hamzah bersedia menjadi pemimpin republik? Menjadi presiden tempat rakyat Indonesia menggantungkan harapan? Kami melihat Fahri Hamzah memiliki syarat sebagai pemimpin yang memajukan bangsa ini!" katanya dengan lantang disertai gemuruh tepuk tangan dan teriakan semangat dari seluruh peserta forum.

Lalu apa jawab Fahri?

Fahri menjawab dengan menjelaskan makna Pawai Kebangsaan yang digagasnya bersama para aktivis dan terbuka untuk semua pemuda mahasiswa serta seluruh elemen bangsa untuk bergabung.

Menurut Fahri, pawai ini menggelindingkan semangat kebangsaan, persatuan dan perubahan untuk Indonesia. Berantai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote membawa semangat perubahan, merangkai sejarah bangsa mengangkat ke tengah publik kini. Negeri ini tidak sedang baik-baik saja, karenanya perlu narasi besar dan kebersamaan antar elemen bangsa untuk melakukan gebrakan perubahan.

Ide besar dan narasi perjuangan merangkai cita-cita kemerdekaan menjadi sesuatu yang 'happening' di generasi baru ini perlu upaya keras dan ulet. Generasi now adalah pewaris republik, maka harus mengerti bagaimana republik ini berdiri dan bertahan.

"Selain narasi perjuangan, kita juga harus berjejaring yang kuat dan meluas secara nasional bahkan mendunia sebagai gerakan demokrasi yang mampu meruntuhkan rezim yang menyimpang. Tentu saja di ujung jalan dari pergerakan kita butuh figur yang berkarakter kuat dan mampu menjadi pemersatu, dan memiliki visi Indonesia masa depan. Dan kita semua harus siap memimpin perubahan ini," kata Fahri.

Dia menegaskan pula kalau dirinya tidak sedang menjadi calon presiden dengan agenda Pawai Kebangsaan ini. Tetapi bergerak mengajak seluruh elemen bangsa memahami republik ini dan berjuang memajukannya. Nama presiden 2019 itu sudah tertulis di lauhin mahfuz di tangan Allah.

"Kalau takdir berkata demikian, kita bergerak menjemput takdir kita," sahut Fahri diiringi tepuk tangan dan gemuruh semangat peserta Pawai Kebangsaan di Kota Pahlawan.

Fahri dan para aktivis berada di Surabaya dalam rangkaian Pawai Kebangsaan refleksi Hari Pahlawan pada hari Jumat. Selanjutnya Sabtu pagi (11/11) menyambangi Pondok Pesantren Tebuireng Jombang napak tilas "resolusi jihad". Sowan ke pimpinan pondok KH. Sholahuddin Wahid dan nyekar ke makam pahlawan nasional KH. Hasyim Asy’ari dan Presiden keempat RI KH. Abdurrahman Wahid. [Hendry/rus]

Komentar Pembaca