Perempuan Harus Percaya Diri Berkiprah di Dunia Politik

Politik  SABTU, 08 DESEMBER 2018 , 16:34:00 WIB

Perempuan Harus Percaya Diri Berkiprah di Dunia Politik

Talkshow 'Perempuan dan Politik'/Ist

Kaum perempuan harus mandiri dan percaya diri dalam berkiprah di dunia politik. Karena di era demokrasi ini, diperlukan banyak kaum perempuan yang mau terjun membantu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.

Demikian disampaikan anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Endang Srikarti Handayani saat menjadi pembicara pada talkshow bertajuk 'Perempuan dan Politik' yang dilaksanakan Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat Musyawah Pelayanan Jawa Tengah-DI Yogyakarta bersama Persekutuan Kaum Perempuan GPIB Jateng-DIY di Gedung De Lima Catering, Jalan Ir Sutami No 5, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/12).

"Tentu saja melalui jalur politiklah, seseorang bisa   berkarier mengabdikan dirinya membantu kesulitan serta  mewujudkan aspirasi masyarakat terkait banyak hal yang diinginkan kaum hawa," kata Endang.

Lebih lanjut Endang Srikarti Handayani  menambahkan, politik itu tidak kejam seperti yang diasumsikan masyarakat perempuan saat ini.

"Politik itu sejak dilahirkan adalah seni berkomunikasi. Dalam mencapai yang diharapkan oleh kaum perempuan harus lah diperjuangkan melalui  proses politik.Tidak mungkin bisa mewujudkan sesuatu yang diharapkan oleh masyarakat banyak,  tanpa  melalui negosiasi politik," kata Endang lagi.

Sementara, pembicara lain, Pendeta DR Asnath Niwa Natar menambahkan, banyak kaum perempuan di Indonesia  yang memiliki kemampuan untuk berkarier di dunia politik, namun di era  demokrasi ini masih banyak perempuan yang beranggapan  bahwa  politik itu ranah kaum pria.

"Kaum perempuan rata-rata belum percayaan diri dalam berkiprah di bidang politik. Kebanyakan mereka beranggapan politik itu feodalisme dan melankolis bagi para kaum pria," ucap pendeta Asnath Niwa Natar.

Karena kurang percaya diri, maka calon legislatif perempuan gagal, tidak terpilih dalam Pileg.

"Hal itu juga karena  di internal partai politik kurangnya  ada kaderisasi  perempuan. Akibatnya kuota 30 persen untuk perempuan masih jauh dipenuhi," kata Asnath.

Sedangkan Pendeta Romy Fardo Pelupessy Ketua Majelis Jemaat GPIB Solo Utara selaku Penanggung Jawab Acara tersebut menambahkan, kegiatan talk show ini adalah agenda yang disusun satu tahun sebelumnya. Tujuannya sebagai upaya menggelorakan kiprah perempuan dalam politik.

"Dalam memberikan pelayanan kepada umat, tentu harus ada perempuan yang memiliki kemampuan berpolitik," ujar Romy.(dod)

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00