Ingat, Munir Dibunuh di Tangan Pemerintahan Megawati

Peristiwa  SENIN, 14 JANUARI 2019 , 11:16:00 WIB

Ingat, Munir Dibunuh di Tangan Pemerintahan Megawati

Munir/Net

Kepala Divisi Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengingatkan bahwa aktivis HAM Munir Said Thalib dibunuh era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini dicuitkan melalui akun Twitternya, @Ferdinand_Haean pada Senin (14/1), untuk menganulir keterangan Sekretaris Jenderal PPP, Asrul Sani yang menyebut nyawa Munir dihabisi saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY berkuasa.

Pernyataan Asrul soal Munir disampaikan saat acara talkshow politik di sebuah stasiun televisi swasta yang potongan videonya tengah viral di media sosial.

"Kanda @arsul_sani, Munir itu tewas dibunuh ditangan pemerintahan Megawati bukan SBY. Masa ksnda berani tebar hoax terbuka di tv?," tulis Ferdinand.

Diketahui, pada 7 September 2004, Munir diracun di atas pesawat yang membawanya ke Belanda. Racun arsenik di jus jeruk yang ia tenggak itu menggerogoti tubuhnya. Munir tak mampu melawan. Pukul 08.10 waktu Amsterdam, ia dinyatakan meninggal dunia.

Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang pilot Garuda, divonis sebagai pelaku pembunuhan Munir. Ia dihukum 14 tahun tapi hanya meringkuk delapan tahun di dalam sel.

Meski Pollycarpus sudah dihukum, diyakini ada aktor intelektual di balik kasus ini. Akan tetapi, sampai saat aktor tersebut belum diketahui identitasnya.

Pemerintah sebenarnya sempat membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir pada 2004 silam. Tim dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 111 Tahun 2004. Dibawah pemerintahan Presiden SBY.

Laporan TPF tuntas Juni 2005, namun tak pernah dibuka ke publik. Lebih parah lagi, laporan lengkap TPF itu hilang di Kemensetneg.(dod)

Komentar Pembaca