DKI Tetap Berlakukan SKTM Siswa Miskin

Megapolitan  KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 16:53:00 WIB

DKI Tetap Berlakukan SKTM Siswa Miskin

Bowo Irianto/Net

Meski rawan penyalahgunaan, Pemprov DKI Jakarta menyatakan tetap menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online untuk tahun ajaran 2019/2020.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI, Bowo Irianto mengatakan sejak tahun ajaran 2018/2019, Pemprov DKI telah menggunakan SKTM dalam jalur afirmasi PPDB online. Dia memastikan tidak ada penyalahgunaan SKTM dalam PPDB online tahun lalu.

‎"Tidak ada. Kalau di DKI Jakarta sudah terfilter kok datanya. Kasus-kasus itu kan ada di daerah-daerah. Kalau Jakarta relatif aman kemarin,” kata Bowo di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (17/1).

‎Bowo mengatakan, SKTM digunakan khusus untuk anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah. Jalur afirmasi dalam PPDB online ada dua. Pertama, untuk anak usia sekolah yang tidak sekolah dan tidak memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP).

‎Agar mereka bisa sekolah, mereka bisa daftar melalui SKTM,” ujar Bowo.

‎Untuk mendapatkan SKTM, pihak kelurahan mulanya mendata anak-anak yang tidak sekolah. Data itu disampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk diverifikasi.

‎"Sebelumnya (kelurahan) sudah mendata anak tidak sekolah dari kelurahan ini, kelurahan ini, sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan, sehingga nanti tinggal kami kroscek," terang Bowo.

‎Jalur afirmasi kedua, diperuntukkan anak-anak penerima KJP. Untuk jalur ini, hanya diberikan kuota 5 persen dari total kursi masing-masing sekolah.

‎Jadi 5 persen itu gabungan, afirmasi dari anak tidak sekolah dapat daftar melalui SKTM dan siswa sekolah peserta KJP. Memang kemarin itu, baru tahun pertama, sehingga untuk anak usia sekolah yang tidak sekolah diharapkan bisa masuk di PPDB. Itu pun relatif kecil. Mudah-mudahan tahun ini tambah lagi,” papar Bowo.

‎Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghapus jalur SKTM dalam PPDB 2019. Jalur SKTM dihapus karena banyak disalahgunakan. Anak tidak mampu cukup menunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi yang melanjutkan sekolah atau kartu Program Keluarga Harapan.(dod/han)

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00