Dicecar CSR Rp 500 Miliar, Kadis Bina Marga Kelabakan

Megapolitan  SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 19:13:00 WIB

Dicecar CSR Rp 500 Miliar, Kadis Bina Marga Kelabakan

Hari Nugroho/Ist

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho seperti mati kutu saat menghadapi rapat kerjanya dengan Komisi D DPRD DKI, Senin (4/2). Hari makin tak berkutik saat harus menjelaskan dana program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility atau CSR) sebesar Rp 500 miliar.

Dalam rapat yang dipimpin Nasrullah selaku wakil ketua komisi D dan Pandapotan Sinaga selaku sekretaris, Hari Nugroho tampak kelabakan menjawab pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan, lantaran kurang menguasai permasalahan.

Akibatnya, Sekretaris Dinas (Sekdis) Yudi Febriadi yang lebih dominan menjawab pertanyaan dari anggota Komisi D.

Salah satu permasalahan yang disorot politisi Kebon Sirih yakni soal proyek Jembatan Semanggi dan penataan trotoar Sudirman-Thamrin yang dibiayai duit CSR.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, ada CSR dari pengembang yang lagi membangun gedung di kawasan Sudirman-Thamrin. Sebagai kewajiban KLB nilainya mencapai  Rp 500 Miliar. CSR ini digunakan untuk membangun Jembatan Semanggi Rp 300 miliar. Dan sisanya digunakan untuk menata trotoar Jalan Sudirman-Thamrin.

Pertanyaan yang mengemuka antara lain penetapan PT Jaya Konstruksi dan PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pembangunan jembatan. Apakah hal itu melalui lelang atau penunjukan langsung.

Mendapat pertanyaan tersebut, Hari Nugroho tak berkutik dan tidak bisa menjawab.  Hingga akhirnya Hari  melemparkannya kepada Sekdis dan Pejabat Penanggung Jawab Teknis Kegiatan (PPTK).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto menilai sangat terlihat sekali Hari Nugroho selaku Kepala Dinas Bina Marga kurang menguasai permasalahan yang ada di dinasnya.

"Inilah hasil lelang jabatan yang dilakukan Pemprov DKI, dimana pejabat menempati posisi yang bukan tupoksinya. Istilahnya the right man in the wrong place," kata Sugiyanto saat berbincang dengan wartawan, Selasa (5/2).

Akibatnya, lanjut pria yang akrab disapa SGY ini, Hari Nugroho yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup tidak bisa bekerja cepat lantaran harus belajar kembali permasalahan yang ada di Dinas Bina Marga.

"Ini indikasi bahwa lelang jabatan di era Gubernur Anies Baswedan tidak lebih baik dari Gubernur sebelumnya. Ini harus jadi perhatian serius dan perlu dievaluasi secara menyeluruh," ujar Sugiyanto.

Terkait permasalahan duit CSR Rp 500 miliar, dimana jajaran pejabat Dinas Bina Marga tidak ada yang bisa menjawab alias gagu, menurut SGY sangat janggal sekali.

"Kok pejabat Dinas Bina Marga pada gagu sih gak ada yang bisa jawab. Jadi tugasnya Dinas Bina Marga itu sebagai apa? Terus serah terima proyek yang didanai CSR tersebut kesiapa? Saya rasa mantan kepala Dinas Bina Marga sebelum Hari Nugroho menjabat sangat berperan dan terkait langsung dengan proyek tersebut," pungkas Sugiyanto.(dod)

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00