Pengamat: Pernyataan Menhan Soal 4 Pejabat Target Pembunuhan Menyejukan

Polhukam  KAMIS, 30 MEI 2019 , 16:03:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengamat: Pernyataan Menhan Soal 4 Pejabat Target Pembunuhan Menyejukan

Ryamizard Ryacudu/Net

Keterangan pers Kapolri Jendral Tito Karnavian soal empat nama pejabat yang jadi sasaran pembunuhan mengejutkan publik.

Keempat pejabat yang menjadi target pembunuhan adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, dan Stafsus Presiden Gories Mere.

Selain itu, kelompok pengancam juga menargetkan pimpinan lembaga survei untuk dihabisi.

Menangapi pernyataan tersebut, Menteri Ketahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa ancaman tersebut hanya sebatas omongan saja.

"Saya rasa ndak lah. Masa sebagai bangsa, mungkin ngomong aja tuh. Ya biasalah 'ntar gue gebukin lo', kan belum tentu digebukin. Begitu kan?" kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5).

Pernyataan Menhan yang menyejukkan ini diapresiasi Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies, Muhammad Tri Andika.

Andika menilai pernyataan Ryamizard sebagai penyejuk ditengah suhu politik yang makin memanas.

"Langkah ini patut diapresiasi. Ini statement yang menyejukan ditengah situasi politik yang tidak kunjung reda," kata Andika di Jakarta, Kamis (30/5).

Andika menyarankan agar semua pihak dapat menahan diri, khususnya para penyelenggara negara.

Sebab pernyataan dan sikap para penyelenggara negara berkaitan langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat.

Andika lantas menyinggung terkait besarnya jumlah tarikan tunai masyarakat yang mencapai Rp 185 triliun.

"Hingga hari ini tercatat masyarakat melakukan tarik tunai hingga Rp 185 triliun. Hal ini bukan semata-mata hanya karena berdekatan dengan Lebaran dan faktor libur panjang. Saya menilai adanya kekhawatiran masyarakat terkait kondisi perpolitikan yang tidak kunjung reda. Ditambah statement yang menakutkan dari beberapa penyelenggara negara," terang Andika.

Selanjutnya Andika mengatakan bahwa rencana Kapolri dalam mengungkap dugaan pembunuhan tersebut sebenarnya baik, agar masyarakat mendapat informasi seutuhnya. Namun waktu penyampaiannya yang kurang tepat.

"Saya yakin niatnya baik, hanya waktunya kurang pas. Saya harap para penyelenggara negara bisa memilah apa yang harus disampaikan, dan apa yang tidak. Saat ini sebagian besar masyarakat memfokuskan perhatiannya pada proses MK. Apakah gugatan Prabowo-Sandi diterima atau tidak. Jika diterima bagaimana? Jika tidak bagaimana? Ini saja sudah membuat kekhawatiran di masyarakat. Penarikan uang tunai secara besar tadi saya kira jangan dianggap remeh," pungkas dosen Politik Internasional ini.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00