Menangkan 01, Wasekjen MUI Doakan 9 Hakim MK Masuk Surga Firdaus

Politik  JUM'AT, 28 JUNI 2019 , 17:18:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menangkan 01, Wasekjen MUI Doakan 9 Hakim MK Masuk Surga Firdaus

9 hakim Mahkamah Konstitusi/Ist

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Tengku Zulkarnain mendoakan sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mendapatkan azab dan siksa di dunia dan akhirat jika menolak gugatan sengketa Pilpres 2019 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dengan niat buruk atau tidak jujur.

Namun apabila putusan gugatan Pilpres 2019 itu diputus dengan jujur, maka hakim MK didoakan masuk surga tertinggi, yaitu Firdaus.

Demikian disampaikan Ustadz Tengku melalui akun Twitternya, @ustadtengkuzul pada Jumat (28/6) pagi.

"Ya Allah Jika 9 hakim MK jujur dalam Putusannya Soal Pilpres, ganjarilah Mereka dengan surga yang setinggi tinggi surga, yakni Firdaus. Dan, Jika Mereka serong, azablah mereka dunia dan akhirat dengan sepedih-pedihnya adab. Dan jadikanlah segenap bangsa Indonesia menyaksikannya. Amin," tulis Ustadz Tengku.

Diketahuu, majelis hakim konstitusi menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut hakim Mahkamah Konstitusi, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum.

Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Putusan dibacakan Anwar Usman, Ketua MK yang memimpin sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6) pukul 21.15 WIB.

"Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Anwar Usman.

Sidang dimulai 12.45 WIB. Pertimbangan putusan dibacakan bergantian oleh delapan hakim konstitusi lainnya.

Saat membuka sidang, Ketua MK Anwar Usman menekankan bahwa putusan tersebut berdasarkan fakta persidangan.

Majelis hakim konstitusi sudah mendengar keterangan saksi dan ahli yang diajukan Prabowo-Sandi, ahli dari KPU, serta saksi dan ahli pihak Jokowi-Ma'ruf.

Mahkamah juga sudah memeriksa seluruh barang yang dijadikan alat bukti.

Mahkamah sadar bahwa putusan MK tidak akan memuaskan semua pihak. Hanya, MK berharap semua pihak tidak menghujat atau menghina pascaputusan.

Dalam pertimbangannya, hakim membacakan pendapat Mahkamah atas masing-masing dalil yang diajukan tim 02.

Tim hukum Prabowo-Sandi mengajukan sejumlah dalil yang menurut mereka adalah bukti kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif oleh Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

Seluruhnya ditolak Mahkamah dengan berbagai argumen. Menurut MK, dalil 02 tidak beralasan menurut hukum.[dod]

Komentar Pembaca