Keren, Ini Pidato Lengkap Anies Di Pulau Reklamasi

Peristiwa  SABTU, 17 AGUSTUS 2019 , 10:43:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keren, Ini Pidato Lengkap Anies Di Pulau Reklamasi

Upacara HUT Kemerdekaan RI di Pulau Reklamasi/Net

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didapuk menjadi Inspektur Upacara dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Pulau D, Pulau Reklamasi, Jakarta Utara, Sabtu (17/8).

Sementara itu sekitar 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI dengan berseragram Korpri biru menjadi peserta upacara.

Assalamu alaikum wr. wb.

Selamat pagi Salam sejahtera untuk semuanya

Di pagi yang cerah ini, kita panjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT. Berkat rahmat, hidayah, ridha, dan inayah-Nya, kita dapat bersama-sama berkumpul untuk melaksanakan upacara memeringati hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Begitu pentingnya peringatan peristiwa bersejarah ini. Karena itu saya mengajak kepada semuanya untuk memastikan bahwa upacara ini kita lakukan dengan khidmat dan tertib, sebagaimana para pejuang kemerdekaan menjalankan perjuangannya dengan penuh keseriusan.

Bapak ibu hadirin saudara sekalian yang saya hormati, sejak lama kota Jakarta telah menjadi simpul percontohan persatuan Indonesia, karena ada masyarakat yang sejak dahulu menyambut dengan terbuka seluruh warga Indonesia dengan kehangatan, menyambut setiap tamu dengan kesetaraan dan keterbukaan. Hal itu telah membuat Kota Jakarta menjadi kota yang ramah bagi semuanya.

Dan di kota ini pula persatuan dirajut. Di Kota Jakarta ini pula deklarasi-deklarasi penting yang menyangkut bangsa dan negara dilaksanakan. Itu semua berkat masyarakat Betawi yang tela memfasilitasi terjadinya persimpulan antar sekuruh unsur bangsa Indonesia.

Mari kita manfaatkan berkah dan nikmat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ini untuk bersyukur bersama, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kokoh, tetap kuat, dan rakyatnya senantiasa rukun, bersatu padu dalam bingkai persatuan dan kesatuan nasional.

Hadirin para peserta upacara yang berbahagia, Tepat 74 tahun yang lalu, para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Bila kita menilik perjalanan menuju kemerdekaan, kemerdekaan itu tidak diraih dalam waktu singkat.

Kemerdekaan diraih melalui perjuangan yang amat panjang. Perjuangan dan perngorbanan panjang para pahlawan dan pendiri negara denga segala keterbatasan yang mereka miliki membuahkan hasil: membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan, mewujudkan cita-cita mulia yaitu merdeka.

Tetapi, merdeka bukan hanya untuk menggulung kolonialisme. Merdeka adalah untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjalanan. Tapi ini adalah awal untuk membangun kemandirian bangsa.

Kemerdekaan pada hakikatnya adalah bagaimana suatu bangsa dapat mandiri dalam segala aspek kehidupan. Kemerdekaan adalag kebebasan untuk mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara, mewujudkan kesetaraan dan keadilan untuk semua.

Dengan semangat nasionalisme, kita melangkah maju, melakukan perubahan, terus menciptakan inovasi, terus membawa kreativitas untuk membawa kejayaan dan keunggulan bagi negeri Indonesia melalui pembangunan di berbagai bidang, peningkatan kualitas manusia, peningkatan kerja keras, peningkatan kolaborasi tanpa mengenal kata menyerah. Seperti yang dinyatakan oleh Bung Karno: kemerdekaan adalah jembatan emas menuju hari depan yang lebih baik dan cemerlang.

Hari ini, sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju. Indonesia adalah negara besar. Indonesia tidak bisa dibangun hanya dengan satu atau dua orang, maupun satu atau dua kelompok orang. Untuk menuju Indonesia maju, mari kita bahu-membahu membangun bersama-sama negeri Indonesia sesuai dengan bidang tugas, sesuai dengan keilmuan yang kita miliki. Ciptakan karya-karya baru, munculkan ide dan gagasan baru untuk kejayaan Indonesia di masa yang akan datang.

Segala perbedaan-perbedaan yang alamiah dan historis, baik sifatnya geografis, sosial, etnis, maupun agama, harus kita sikapi dengan pikiran dan hati yang jernih serta bijak. Walaupun berbeda, kita semua memiliki satu tekad dan tujuan yang sama. Menyatukan yang berbeda hanya dapat terlaksana apabila ada toleransi, bila tidak memperlebar perbedaan, menjaga persamaan berbagai ikatan darah sebangsa dan setanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ideologi Pancasila.

Bapak Ibu yang berbahagia, Dalam kesempatan yang baik ini, izinkan saya juga mengajak kepada segenap elemen masyarakat. Mari kita terus merajut kebersamaan. Walau pernah ada perbedaan pandangan pilihan pada masa pemilu kemarin, mari bersama bersatu-padu membangun Indonesia yang lebih maju, yang lebih kuat, yang lebih unggul untuk mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, adil dan makmur.

Bapak Ibu saudara sekalian yang saya hormati, Perbedaan adalah alamiah, bawaan yang amat manusiawi, ada sepanjang masa. Tetapi persatuan dan kebersamaan adalah hasil usaha. Persatuan tidak otomatis ada. Persatuan harus diusahakan. Persatuan harus diperjuangkan. Persatuan harus diraih bersama-sama.

Mari kita isi kemerdekaan ini dengan peran nyata mewujudkan kemandirian, terus memperkuat persatuan dan kesatuan, meningkat kualitas pribadi dan daya saing, sehingga bangsa Indonesia khususnya masyarakat DKI Jakarta menjadi warga yang maju, berdaya saing di daerah global.

Untuk menjadikan Indonesia maju, mari kita lakukan peningkatan kualitas manusia, peningkatan kebudayaan riset untuk menghasilkan inovasi. Karena hal ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas manusia, dan meningkatkan daya saing bangsa.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus berupaya meningkatkan daya saing dan keunggulan kota melalui berbagai program strategis. Melalui Wajah Baru Jakarta, kita ingin mewujudkan Jakarta sebagai kota maju,kota lestari, kota berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua.

Wajah Baru Jakarta bukanlah soal tampilan yang berbeda, tapi soal carra berpikir, soal cara bekerja, cara pandang, sekaligus pola interaksinya. Bagaimana menghadirkan keadilan dan kedaulatan dalam setiap kebijakan. Mengupayakan persatuan bukan sekadar merayakan keragaman yang memang sudah menjadi keniscayaan. Memastikan Jakarta lestari, terus memberi kebahagiaan kepada generasi kini dan generasi yang akan datang.

Karena itulah, kita selalu mendorong keadilan bai semua kebijakan termasuk memperhatikan dan mendukung masyarakat marjinal agar mereka bisa hidup dengan baik, mendapatkan kesempatan yang layak seperti semuanya.

Para Peserta Upacara yang saya hormati, Untuk menjadikan Indonesia maju, diperluka terus sumbangsih, curahan ide gagasan cemerlang dari setiap anak bangsa.

Bila kita menyaksikan bersama pembangunan di Kota Jakarta. Bila kita menyaksikan integrasi antar moda transportasi, bangunan MRT. Gagasannya adalah untuk membuat lebih banyak ruang interaksi antar warga.

Bila kita menyaksikan trotoar yang lebih luas, ramah untuk kaum difabel. Maka di belakangnya ada gagasan tentang membuat fasilitas publik yang setara bagi semua.

Bila kita menyaksikan taman-taman baru yang ada di Jakarta. Maka di belakangnya ada gagasan tentang menjadikan taman-taman sebagai tempat retensi air, tempat berekspresi. Karena itu dibangun bersama masyarakat, bukan sekadar oleh pemerintah sendiri (Ket: taman maju bersama mengusung tema kepemilikan bersama dengan warga sekitar dengan konsep pembangunan berdasarkan musyawarah bersama masyarakat).

Bila kita menyaksikan dinding-dinding yang bergambar mural (contoh nyata di Jalan Kendal, depan Stasiun Sudirman). Bayangkan itu merupakan wujud partisipasi warga dalam membangun dan menghiasi kota.

Saudara-saudara semua yang saya hormati, Di balik setiap kegiatan, di balik setiap karya, ada gagasan. Di balik setiap kegiatan, ada pesan bahwa kota ini bukan dibangun oleh pemerintah saja, melainkan dibangun bersama oleh seluruh unsur masyarakat.

Oleh karena itu, hasil pembangunan yang sudah kita capai harus kita pelihara bersama, agar nilai manfaatnya maksimal, serta memberikan kualitas hidup kita yang lebih baik.

Izinkan dalam kesempatan ini, menutup sambutan, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta upacara termasuk warga yang secara sukarela memilih ikut upacara.

Juga para anggota pasukan pengibar bendera pusaka DKI Jakarta yang dengan tertib, sigap menyiapkan dan melaksanakan upacara pengibaran sang Merah Putih kebanggaan bangsa Indonesia.

Hadir bersama kita juga, para anggota Legiun Veteran Indonesia. Kepada mereka, kita sampaikan terima kasih dan apresiasi (disambut tepuk tangan). Mereka hadir bersama di sini. Mereka turut memperjuangkan agar bendera merah putih tetap berkibar tinggi.

Tanggung jawab kita hari ini bukan sekadar mengerjakan biasa-biasa saja. Jangan pernah anggap ketika kita bekerja untuk bangsa, untuk negara sebagai pengorbanan.

Seperti para anggota Legiun Veteran yang hari ini hadir. Mereka dahulu memilih berjuang karena memandang panggilan berjuang bukan pengorbanan, tapi mereka pandang sebagai kehormatan untuk memperjuangkan Republik Indonesia.

Hari ini, saudara-saudara semua yang berada di sini. Saya, Anda, Kita semua mendapatkan kehormatan untuk bekerja atas nama Negara, atas nama Sang Merah Putih untuk memastikan setiap janji kemerdekaan bangsa Indonesia dilunasi tuntas di Ibu Kota Jakarta kita.

Kita menyelenggarakan upacara secara khusus di lahan ini. Ini adalah lahan yang ketika proklamasi dikumandangkan, belum ada tanah ini. Ini adalah lahan baru. Tapi kita ingin kirimkan pesan kepada semua, bahwa ini bukan lahan milik pribadi. Ini adalah lahan milik Negara Republik Indonesia.

Di tanah ini, ada tanah Indonesia. Di air ini, ada air Indonesia. Inilah tanah air Indonesia. Dan pesan itu kita kirimkan kuat dari tanah yang baru kita saksikan ini.

Saudara-saudara sekalian turut menjadi saksi. Saudara-saudara sekalian turut menjadi bagian dari yang memastikan bahwa di Ibu Kota ada keadilan. Di Ibu Kota ada kepastian hukum. Dan insyaAllah ini akan bisa menjadi contoh bagi anak-anak kita dan anak-anak dari anak-anak kita.

Selamat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 Mari kita terus pastikan di hari-hari ke depan, kita berjuang, kita bekerja untuk memastikan bahwa yang dicita-citakan akan kita tunaikan dengan sebaik-baiknya.

Salam hangat untuk semuanya Dirgahayu Republik Indonesia.

Wassalamu alaikum wr. wb.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00