Jakut dan Jakbar Paling Rawan Kekeringan

Megapolitan  MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 05:35:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Jakut dan Jakbar Paling Rawan Kekeringan

Juaini Yusuf/Net

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memetakkan wilayah mana saja yang berpotensi mengalami kekeringan cukup besar. Wilayah itu adalah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara merupakan dua wilayah yang paling berpotensi kekeringan.

"Kalau untuk wilayah, kita sih sudah dapat informasi, yaitu di Jakarta Barat dan Jakarta Utara," kata Juaini saat dikonfirmasi Sabtu (24/8).

Wilayah Jakarta Barat yang masuk dalam potensi kekeringan tersebut ada di tiga kecamatan, yakni Kalideres, Cengkareng dan Kembangan.

"Sementara, kawasan Jakarta Utara terdapat empat wilayah, yaitu Cilincing, Penjaringan, Pademangan, dan Koja. Wilayah itu saja yang kelihatan agak merah," ujar Juaini.

Seperti diinformasikan sebelumnya, analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Jakarta pada Agustus sampai dengan September 2019 sangat rendah yakni kurang dari 20mm/dasarian.

Alhasil, dari kondisi tersebut dikeluarkanlah peringatan dini dampak kekeringan. Salah satu yang mengancam adalah sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan di wilayah Banten dan DKI Jakarta.

Bukan hanya pada sektor pertanian, kekeringan juga berimbas pada penyedian air tanah yang biasa dipakai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok