Tunda RUU PKS Sama Dengan Pelemahan Terhadap Perlindungan Perempuan

Politik  KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 11:52:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tunda RUU PKS Sama Dengan Pelemahan Terhadap Perlindungan Perempuan

Diskusi publik di kampus UI/Ist

Langkah DPR menunda pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) kembali menuai kritik dari berbagai pihak.Termasuk dari Konsorsium Kampus Ramah Perempuan Universitas Indonesia (KRP UI).

Hal tersebut terungkap dalam Diskusi Publik bertajuk" Dinamika Gerakan Mahasiswa; Tuntutan Pengesahan RUU PKS di Persimpangan Jalan (?)" yang diselenggarakan KRP UI bekerjasama dengan GMNI UI di pelataran kampus FIB UI di Depok, (16/10).

Iva Kusuma selaku kandidat Doktor Ilmu Hukum, Dosen FH UI, yang hadir sebagai narasumber, menyatakan bahwa penundaan RUU PKS melemahkan upaya perlindungan perempuan sebagai kelompok rentan dalam perkara kekerasan seksual.

Menurutnya, hanya 7% perempuan korban kekerasan seksual yang berani melaporkan dan 1% kasusnya yang berlanjut hingga pengadilan.

"KUHP kurang progresif untuk melindungi perempuan sebagai korban, semestinya jika RUU PKS disahkan dapat menjadi legal framework yang kuat untuk melindungi perempuan korban kekerasan seksual," jelas Iva Kusuma.

Sementara itu, Rufi Farenza , Ketua BEM FIA UI melihat bahwa munculnya penolakan terhadap RUU PKS karena ketidakpahaman sebagian kelompok masyarakat dan pengaruh dari budaya patriarki yang masih kuat.

"Bahkan, masih ada sebagian kelompok di UI dalam persepsi yang apriori terhadap RUU PKS," ungkap Rufi.

Meski demikian, Rufi menjanjikan akan membawa isu ini dalam pembahasan Chief Executive Meeting (CEM) BEM UI sehingga menjadi perhatian kembali.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00