Dipercaya Urusi Koperasi, Teten Harus Buktikan Presiden Tak Salah Pilih

Nasional  MINGGU, 27 OKTOBER 2019 , 09:35:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dipercaya Urusi Koperasi, Teten Harus Buktikan Presiden Tak Salah Pilih

Teten Masduki/Net

Penunjukan Teten Masduki sebagai Menteri Koperasi dan UKM dalam Kabinet Indonesia Maju cukup menimbulkan banyak pertanyaan publik.

Pasalnya, mantan Kepala Staf Kepresidenan (2015-2018) itu dianggap tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai menteri yang mengurusi ekonomi rakyat, karena tidak pernah bersentuhan langsung dengan pelaku koperasi dan UMKM.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi Milenial, Frans Meroga Panggabean MBA, mengatakan semua pihak harus memandang segala sesuatu dari sudut pandang positif dan dipenuhi semangat optimisme.

"Latar belakang Chief Teten Masduki sebagai aktivis anti korupsi dan penggiat pergerakan minimal menunjukkan bahwa beliau orangnya gigih, berkomitmen tinggi dan dekat dengan rakyat kecil," ujar Frans Meroga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/10).

Frans Meroga yang juga Wakil Ketua Umum Generasi Optimis (GO) Indonesia bidang Perekonomian melanjutkan, kepercayaan Presiden Joko Widodo kepada Teten Masduki didasari keyakinan bahwa pria kelahiran Garut, 6 Maret 1963 ini akan berkomitmen tinggi dalam mengemban tugasnya.

"Presiden percayakan saya memajukan ekonomi rakyat. Ekonomi kita kan ditopang ekonomi kerakyatan. Beliau ingin itu ditangani serius, saya dianggap paling serius," jelas Teten sebelum pelantikan menteri, Rabu (25/10) .

Agar keraguan tersebut tidak berlarut-larut, Frans mengatakan Teten Masduki harus segera memberikan bukti kepada seluruh rakyat Indonesia kalau Presiden tidak salah mempercayakan dirinya.

"Kalau Chief Teten bertekad memajukan ekonomi kerakyatan, beliau seyogyanya mengerti substansi dari ekonomi kerakyatan," ujar Frans.

"Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat dengan kegiatan ekonomi swadaya dalam mengelola sumber daya yang dapat diusahakan dan dikuasai," sambungnya.

Sebagai lulusan dar University of Grenoble, Perancis, Frans menambahkan, sudah jelas kalau rakyat seharusnya memiki kekuatan menjalankan kegiatan ekonomi. Tentunya keberpihakan pemerintah dibutuhkan secara nyata dan konkrit dalam hal ini.

"Keberpihakan pemerintah kepada ekonomi rakyat pun wajar dan layak, mengingat Koperasi adalah tulang punggung perekonomian bangsa dan telah terbukti beberapa kali menjadi penyelamat menghadapi krisis multi dimensi Indonesia," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca