Ditegur Inggard Soal Cuitan APBD, Politisi PSI Ini Malah Ngeloyor Keluar Ruangan Rapat

Politik  KAMIS, 31 OKTOBER 2019 , 18:28:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ditegur Inggard Soal Cuitan APBD, Politisi PSI Ini Malah Ngeloyor Keluar Ruangan Rapat

William Aditya Sarana/Net

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidatitas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana cuma bisa diam saat ditegur Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Inggard Joshua dalam rapat Komisi A bersama SKPD, Kamis (31/10).

Inggard yang berasal dari Partai Gerindra mempermasalahkan cara William mengungkap anggaran janggal di APBD DKI 2020.

"Sebagai anggota dewan kita perlu punya rasa harga diri dan punya tata krama dalam rangka menyampaikan aspirasi," kata Inggard.

Inggard menilai William seharusnya tak boleh berkoar-koar kepada masyarakat sebelum anggaran tersebut dibahas oleh DPRD bersama pemerintah.

"Aspirasi itu boleh keluar setelah kita melakukan pembahasan jangan sampai artinya kita belum melakukan pembahasan sudah ramai di koran," ujar Inggard.

Mendapat teguran dari politisi kawakan tersebut, William yang baru berusia 22 tahun cuma bisa terdiam.

William terlihat terus menunduk saat Inggard memberikan pernyataannya.

Inggard berharap setiap amggotavdewan bisa menyampaikan aspirasi mereka di dalam forum yang disediakan dan terbuka untuk publik. Sebab, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Perkiraan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta TA 2020 sudah dijadwalkan antara legislatif dan eksekutif.

"Kita mau berantem ya berantem di ruangan ini jangan berantem di luar. Khususnya pada saudara William. William ini kan baru," ujar Inggard.

Eks Wakil Ketua DPRD DKI ini tidak melarang William untuk berbicara kepada media soal dugaan adanya kejanggalan dalam rencana plafon anggaran APBD DKI 2020 itu.

Namun, menurut Inggard, William mesti menjaga etika dalam proses pembahasan draf KUA-PPAS yang baru disampaikan eksekutif kepada legislatif.

"Ketika ada pertanyaan tolong dicatat, dicatat dan kami bahas nanti. Artinya jangan sampai ada prasangka buruk. Anda kan baru di sini apalagi masih muda," tegas Inggard.

Inggard mengingatkan agar setiap anggota dewan bisa langsung menyampaikan aspirasi langsun melalui wadah yang mereka miliki.

"Kami bisa memanggil. Secara pribadi boleh. Jangan sampai kita tuduh menuduh tidak baik. Saya ingatkan lagi eksekutif dalam membuat anggaran itu juga harus dengan cermat," pungkas Inggard.

William yang mengenakan kemeja putih akhirnya memilih meninggalkan ruangan rapat sebelum rapat Komisi A diskors pada pukul 12.30 WIB.

William sebelumnya membuka anggaran janggal APBD DKI Jakarta 2020 melalui cuitannya di media sosial Twitter. Dia menemukan adanya anggaran pengadaan lem aibon sebesar Rp 82 miliar, ballpoint sebesar Rp 124 miliar dan sejumlah anggaran lainnya.[dod]

Komentar Pembaca