Inggard Ingatkan APBD Harus Menyentuh Masyarakat

Megapolitan  RABU, 06 NOVEMBER 2019 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Inggard Ingatkan APBD Harus Menyentuh Masyarakat

Inggard Joshua/RMOL

Komisi A DPRD DKI Jakarta sudah merampungkan rapat pembahasan serta pendalaman rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2020 dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bidang pemerintahan.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua mengatakan, pada rapat tersebut, Komisi A memastikan rasionalisasi anggaran yang dirancang oleh Eksekutif. Selain itu, dewan juga menyampaikan masukan serta aspirasi di masyarakat yang belum terpenuhi.

"Pembahasan KUA-PPAS sudah selesai. Ada beberapa masukan kami seperti, standarisasi pembangunan kelurahan dan kecamatan agar menjadi program prioritas sesuai RPJMD," kata Inggard di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (6/11).

Inggard menjelaskan, Komisi A meminta Eksekutif agar kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat supaya dipertimbangkan untuk tidak diefisiensi.

"Banyak hal yang kita ingin dihidupkan kembali, yang efisiensi itu jangan yang mengarah kepada kepentingan masyarakat," ujar Inggard.

Menurutnya, pada rapat pembahasan dan pendalaman KUA-PPAS dewan memastikan segala jenis bentuk kegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Jangan sampai tidak sesuai. Harus kita bandingkan antara manfaat dan pengeluaran," ungkap politisi Gerindra ini.

Ia menambahkan, salah satu masukan yang disampaikan adalah kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berkaitan dengan upaya sterilisasi trotoar dari para pedagang kaki lima (PKL).

"Itu kan menjadi amanat Perda 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Kalau untuk PKL atau UKM saya sarankan ada pembelian lahan di dekat lokasi keramaian agar bisa dijadikan lokasi binaan. Mereka juga bisa diakomodir di pusat-pusat perbelanjaan," ucap Inggard.

Pelebaran trotoar saat ini, kata Inggard, jangan sampai justru disalahgunakan untuk berjualan atau parkir liar. Sehingga, perlu dilakukan penjagaan oleh personel Satpol PP secara maksimal.

"Kalau trotoar nyaman, kita kan berharap semakin banyak orang yang berjalan kaki dengan jarak tempuh dekat dan menggunakan transportasi umum untuk perjalanan jauh," tutup Inggard.[dod]

Komentar Pembaca