Bakal Jadi Bos BUMN, Politisi Demokrat Sarankan Kasus Ahok Diuji Publik

Politik  KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 , 20:22:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bakal Jadi Bos BUMN, Politisi Demokrat Sarankan Kasus Ahok Diuji Publik

Basuki Tjahaja Purnama/Net

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku ditawari Menteri BUMN Erick Thohir menjadi salah satu pimpinan perusahaan BUMN.

Rencana penunjukan Ahok menjadi salah satu bos perusahaan BUMN pun dengan cepat menuai pro kontra. Ada yang mendukung, namun tak sedikit yang menolak.

Bagi mereka yang menolak, masa lalu Ahok yang sempat tersandung sejumlah kasus hukum jadi penyebabnya.

Bahkan ada sebagian publik yang menduga penunjukan Ahok kali ini sebagai bentuk pemberian panggung politik dari Presiden Jokowi.

Terkait hal itu, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyampaikan pandangannya.

"Jika benar Pak Jokowi memberikan panggung, maka Pak Jokowi ikut bertanggung jawab," kata Didi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL pada Kamis (14/11).

Didi mengatakan, Ahok harus bisa meyakinkan publik bahwa BUMN strategis yang akan dibawahinya bisa profit dan mensejahterahkan rakyat.

Terkait kasus yang mendera mantan suami Veronica Tan ini, Didi menyatakan sebaiknya diadakan uji publik terhadap kasus-kasus yang dialamatkan ke Ahok.

"Hasil uji publik, menjadi pertimbangan layak atau tidaknya dia menjadi nahkoda di BUMN yang strategis tersebut," ujar Didi.

Adapun Ahok juga pernah dipidana karena kasus penistaan agama. Ahok juga berpeluang dijerat dalam dugaan korupsi pembangunan RS Sumber Waras Jakarta Barat.

Selain itu, ada pula kasus sengketa lahan Taman BMW Jakarta Utara, kasus reklamasi di pantai utara Jakarta, kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta, dan kasus sengketa lahan di Cengkareng Jakarta Barat.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok