Sidang Grab-KPPU Diwarnai Demo, Pengacara: Demonstran Sama Saja Tak Hormati KPPU

Peristiwa  KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 15:12:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Sidang Grab-KPPU Diwarnai Demo, Pengacara: Demonstran Sama Saja Tak Hormati KPPU

Foto Ilustrasi/net

Sidang pemeriksaan terhadap perusahaan aplikasi transportasi online, Grab, dan perusahaan rental, PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) oleh Komisi Perlindungan Persaingan Usaha (KPPU) memasuki fase pemeriksaan saksi-saksi.

Sayangnya, sidang yang berlangsung hari ini (Kamis,21/11), diwarnai dengan aksi demo oleh 100-an massa dari Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) yang dipimpin oleh David Bangar Siagian. David merupakan salah satu saksi yang diperiksa dalam rangkaian sidang yang kali ini berlangsung di Medan, Sumatera Utara.  

"Sidang hari dan kemarin dilakukan di Medan karena saksi-saksi yang dimintai keterangan berdomisili di Medan," kata kuasa hukum Grab dan TPI, Randy Ozora Siregar dari kantor hukum Hotman Paris Hutapea  dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (21/11).
 
Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap demonstrasi tersebut karena menyiratkan ada ketidakpercayaan kepada KPPU.
 
"Jika teman-teman percaya pada KPPU maka yang harus dilakukan adalah memberi waktu bagi KPPU untuk bekerja dengan tenang, tidak perlu ditambah kegaduhan dengan demonstrasi," kata Randy.
 
Sementara itu, dalam persidangan David mengakui bahwa dia terkena suspend karena memprovokasi massa membawa bensin saat unjuk rasa. David, yang juga terdaftar sebagai mitra GoCar dari Gojek, mengakui tidak ada paksaan untuk bergabung dengan aplikator mana pun, serta ada kebebasan untuk memilih apakah bergabung dengan TPI atau tidak.

Dalam sidang terungkap pula bahwa David bukan mitra dengan kinerja yang baik karena dalam kurun waktu sekitar 10 bulan hanya menjalankan 17 perjalanan per bulan.

"Dalam persidangan tadi, David kerap memberi keterangan yang tidak konsisten hingga beberapa kali ditegur Majelis," ungkap Randy.

Setelah jeda siang, sidang memeriksa Richard Fernando Hutapea, mitra individu yang terdaftar di Oraski. Richard mengaku berhenti baik-baik pada 26 September 2019 setelah bergabung sejak Juni 2017.

"Sama dengan saksi yang disidang kemarin Afrizal, Richard mengeluhkan pendapatan yang turun sejak Januari 2018," kata Randy.
 
Sampai hari ini Majelis KPPU telah memeriksa tiga orang saksi. Di antara saksi-saksi, Imanuel Nababan dan Joko Pitoyo telah dilaporkan TPI ke polisi karena tidak mengembalikan mobil yang masih berstatus milik perusahaan. [rah]


Komentar Pembaca