Isu Radikalisme Di Masjid Perkantoran Harus Ditangkis

Ragam  JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Isu Radikalisme Di Masjid Perkantoran Harus Ditangkis

KH Jamaluddin F Hasyim/Ist

Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta mengadakan sarasehan dengan topik Potensi dan Tantangan Pengembangan Kehidupan Keagamaan di Perkantoran" di Balai Kota DKI Jakarta.

Ketua KODI DKI Jakarta, KH Jamaluddin F. Hasyim mengatakan bahwa isu radikalisme yang berkembnag di masjid-masjid perkantoran hendaknya ditangkis dengan karya nyata.

Isu radikalisme yang berkembang hendaknya kita tangkis dengan karya, tidak cukup dengan kata-kata," kata Jamaluddin, Kamis (21/11).

Sementara Sekretaris KODI DKI Jakarta KH. Samsul Maarif menilai perkembangan keagamaan di perkantoran makin meningkat.

Karenanya ia berharap pengajian di perkantoran bisa tersistem dengan manajemen yang baik tidak asal-asalan serta tema-tema pokok harus ada silabus yang sudah tersusun rapi.

”Hal ini penting supaya pengajian di perkantoran tidak terjadi persamaan tema," ujar Samsul.

Adapun Rektor UIN Jakarta Amany Burhanudin Umar Lubis mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak budaya hedonis.

Tantangan zaman yang kita hadapi hari ini dengan kecanggihan teknologi informasi tetap harus ada batasnya. Jangan sampai menjadi hedonis," terang Amany.

Sedangkan Kabag keagamaan Biro Dikmental DKI Jakarta Aceng Zaini mengak sangat mendukung program-program yang sudah dilaksanakan KODI DKI Jakarta dalam pengembangan dakwah.

Kami mengapresiasi program-program KODI DKI dalam mengembangkan dakwahnya, bukan hanya di Lapas, tapi juga di rumah sakit dan rusun-rusun," tegas Aceng.[dod]

Komentar Pembaca