Seniman Usul Revitalisasi TIM Tak Hilangkan Romantisme Masa Lalu

Megapolitan  KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 , 16:23:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Seniman Usul Revitalisasi TIM Tak Hilangkan Romantisme Masa Lalu

Revitalisasi TIM/Net

Rencana pembangunan Wisma Seniman bergaya hotel berbintang yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) mengundang polemik.

Kalangan seniman yang beraktivitas di TIM umumnya beranggapan, kehadiran hotel berbintang di kawasan TIM akan menghilangkan marwah TIM sebagai pusat kesenian.

Coorporate Secretary PT. Jakpro, Hani Sumarno mengaku sudah kembali melakukan dialog dengan para seniman untuk mencari jalan tengah.

"Pagi-pagi sekali tadi kita bertemu dengan Pak Radhar Panca Dahana (Ketua Seniman TIM) dan yang lainnya. Memang dari awal mereka tetap konsiten dengan tidak mau ada penginapan dalam bentuk apapun," kata Hani saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/11).

Selanjutnya Hani menjelaskan, dalam dialog tersebut para seniman memberikan masukan dan meminta agar Satuan Kerja proyek revitalisasi TIM ini betul-betul mendalami apa yang menjadi perjalanan dari pusat kesenian kebanggan warga Ibukota ini.

Mereka mengharapkan revitalisasi tidak menghilangkan romantisme masa lalu. Sehingga dapat dirasakan dari generasi kemarin kepada generasi yang akan datang.

"Jadi untuk menyatukan sesuatu yang berbeda menjadi satu tujuan bersama dan kolaborasi, memang membutuhkan lebih banyak humanis dan diskusi lebih intensif," pungkas Hani.

Sebelumnya Radhar dan sejumlah seniman TIM mendatangi Fraksi PDIP DPRD DKI untuk melakukan mediasi dan diskusi sebagai bentuk penolakan atas rencana pembangunan Hotel berbintang yang telah di sepakati Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.[dod]

Laporan: Pierre Immanuel Ombuh

Komentar Pembaca