Langgar Kode Etik, William Harus Dewasa Melihat Persoalan Dengan Objektif

Politik  SABTU, 30 NOVEMBER 2019 , 14:56:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langgar Kode Etik, William Harus Dewasa Melihat  Persoalan Dengan Objektif

William Aditya Sarana/Ist

Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta sudah memutuskan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana melanggar kode etik.

Wiliam dinilai menyalahi tata tertib dengan membongkar anggaran lem Aibon sebesar Rp 82 miliar ke akun media sosial Twitternya.

BK juga menganggap kritikan William salah alamat. Karena William yang merupakan Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta tetapi yang disoroti justru anggaran terkait Komisi E.

Selain itu, William seharusnya menegur langsung Gubernur Anies Baswedan melalui surat atau kepala dinas terkait saat menemukan anggaran janggal, bukan malah mempostingnya lewat Twitter, sehingga menimbulkan kegaduhan.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi bememberikan nasehat kepada William untuk memetik pelajaran dari peristiwa ini.

"Berbagai dinamika di dewan adalah bagian dari proses pembelajaran dan pendewasaan dalam melihat persoalan dengan objektif," kata politisi PKS ini, Sabtu (30/11).

Diketahui William menyoroti sejumlah anggaran Pemprov DKI Jakarta dalam KUA-PPAS yang dinilai janggal. Dia menyoroti anggaran itu lewat media sosial Twitter.

Anggaran yang menjadi sorotan salah satunya pengadaan lem Aibon Rp82,8 miliar di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat. Kemudian juga pengadaan pulpen sebesar Rp124 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00