Beras Impor Dibuang, Ekonom: Bukti Perencanaan Kebijakan Masih Berantakan

Bisnis  SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 20:23:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Beras Impor Dibuang, Ekonom: Bukti Perencanaan Kebijakan Masih Berantakan

Ilustrasi/Net

Keputusan Menteri perdagangan, Enggartiasto Lukita mengimpor beras pada tahun 2018 lalu yang mencapai 2,25 juta ton berujung kerugian.

Pasalnya, sebanyak 20 ribu ton cadangan beras pemerintah bakal dibuang oleh Perum Bulog lantaran usia penyimpanan yang lebih dari satu tahun. Total nilai beras yang dibuang tersebut mencapai Rp 160 miliar.

Atas kejadian ini, Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda menyatakan tidak sepenuhnya kesalahan ini ada di pundak Enggar.

"Saya pikir Pak Enggar bukan satu-satunya yang salah. Tapi Kementerian Koordinator Ekonomi yang seharusnya membuat rencana konsumsi, produksi, distribusi, hingga impor juga tidak luput dari salah," kata Huda saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/12).

Huda menilai sisa beras ini membuktikan perencanaan kebijakan soal impor di Indonesia masih berantakan.

"Impor tidak tepat angkanya itu ya kesalahan yang seharusnya bisa dihindari," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca