Bantuan Permodalan Dana Bergulir LPDB Percepat Perkembangan KUD

Bisnis  RABU, 04 DESEMBER 2019 , 07:46:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Bantuan Permodalan Dana Bergulir LPDB Percepat Perkembangan KUD

KUD Pakis penerma Banduan Modal LPDB KUMKM/ist

RMOLJakarta.  Kehadiran Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sebagai lembaga yang berfungsi membantu permodalan bagi pelaku Koperasi dan UMKM semakin meringankan masyarakat, khususnya pelaku Koperasi dan UMKM. Pasalnya LPDB-UMKM memberikan kemudahan mulai dari syarat pengajuan, kecepatan proses pencairan, sampai pengembalian dengan suku bunga yang ditentukan jauh lebih rendah dari Bank.

"Pembiayaan berupa pinjaman dengan suku bunga yang sangat rendah telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan bisnisnya agar mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional," kata ketua KUD Pakis, Subianto, salah satu koperasi yang merasakan manfaat keberadaan pembiayaan berupa pinjaman modal dari LPDB dalam keterangan tertulisa yang diterima redaksi, Selasa (3/12).

Menurutnya, hingga saat ini, koperasi yang berada di Malang, Jawa Timur ini telah mengakses dan mendapat pinjaman/pembiayaan dari LPDB sebanyak 3 kali.

"Kami telah bermitra sejak tahun 2010, sampai saat ini masih menjadi mitra LPDB-KUMKM," ungkap Subianto.

Subianto menjelaskan, pertama kali mengakses pembiayaan dana bergulir pada tahun 2010 dengan plafon pinjaman Rp1,5 milyar. Pinjaman kedua dengan plafon Rp2,5 milyar pada tahun 2013 dan sukses dikembalikan tepat waktu.

"Tahun 2016 kami mendapatkan pinjaman ketiga dengan plafon  sebesar Rp5 milyar. Sekarang sudah sekitar 60% kami kembalikan," kata Subianto.

Terkait dengan syarat pengajuan, Subianto mengatakan tidak ada kendala. Kami menyiapkan pengajuan berupa surat permohonan, proposal, akta pendirian dan pengesahan, laporan keuangan yang jelas, laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2 tahun terakhir, serta legalitas koperasi, pengurus, pengawas, dan pengelola. Tidak lama berselang, tim LPDB datang untuk melakukan survey.

Sebelum mengakses pembiayaan dari LPDB, Subianto mengatakan KUD Pakis mengajukan pinjaman dari bank dengan bunga yang relatif tinggi yakni 12-13%. Setelah mendapat pinjaman dari LPDB dengan bunga yang rendah, koperasi dapat menghemat pengeluran dan anggota dapat merasakan manfaat dari pinjaman tersebut.
 
Subianto juga mengatakan, salah satu manfaat yang dirasakan okeh KUD Pakis dari pembiayaan yang diberikan LPDB-KUMKM dapat dilihat dari nilai aset yang saat ini berada pada angka Rp27 milyar dan omzet antara Rp6-7 milyar/bulan. KUD Pakis memiliki anggota 1.213 orang dan karyawan 43 orang.

"Selain itu, unit usaha yang lain seperti unit simpan pinjam, perdagangan umum, swalayan, serta penyaluran pupuk bersubsidi semakin berjalan baik. KUD Pakis merasakan dampak positif mulai dari nilai aset, omzet perbulan, jumlah anggota maupun jumlah karyawan yang menunjukkan peningkatan" paparnya.

Mengenai strategi pengembalian dana bergulir yang diterapkan KUD Pakis yakni dengan menggunakan perhitungan yang matang sedari awal. Modal pinjaman yang di dapat dari LPDB dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga Koperasi mengalami peningkatan dan memperoleh keuntungan.

Sementara itu, manager KUD Pakis, Nanik Muryati mengatakan, sebagian dana pinjaman dari LPDB digunakan untuk pengembangan pertanian tebu yang disalurkan melalui kelompok tani.

"Mereka (para petani) nantinya akan melakukan pengembalian setelah panen, dan ketika melakukan penjualan harus lewat KUD Pakis," tandas Nanik. [rah]
 

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00