Ekstensifikasi Cukai Untuk Optimalkan Penerimaan Negara

Bisnis  JUM'AT, 06 DESEMBER 2019 , 13:11:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Ekstensifikasi Cukai Untuk Optimalkan Penerimaan Negara

Foto/Net

Setiap tahun, target penerimaan cukai terus meningkat. Pungutan cukai dibebankan ke tiga industri yakni Industri hasil tembakau, minuman berakohol, dan etil alkohol.

Pemerintah, dinilai perlu melakukan ekstensifikasi cukai, pasalnya target penerimaan cukai dibebankan kepada industri yang mengalami tren penurunan.

Pengamat perpajakan, yang juga menjabat Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo mengatakan pemerintah akan sulit jika penerimaan cukai hanya bergantung pada tiga industri tersebut.

Cukai hasil tembakau yang menyumbang sekitar 95 persen pendapatan cukai, tren industri tersebut beberapa kali tumbuh negatif.

"Industri ini (hasil tembakau) sedang mengalami sunset," ujarnya, Kamis (5/12).

Dikatakan, penerimaan cukai dari industri hasil tembakau tidak akan sustainable jika ke depannya terus menjadi andalan penerimaan cukai. Sedangkan target penerimaan cukai dalam penerimaan perpajakan terus meningkat.

"Apalagi BPJS Kesehatan yang selama ini jebol ditopang dengan pendanaan dari cukai rokok. Jika cukai rokok ini seret, dari mana pendanaanya?” tanya dia.

Yustinus menyarankan, pemerintah segera melakukan ekstensifikasi cukai untuk memperbaiki penerimaan cukai terhadap Produk Domestik Bruto. Pasalnya, di Indonesia, rasio penerimaan cukai dibandingkan dengan Gross Domestic Product (GDP) masih sangat kecil, bahkan lebih kecil dibandingkan rata-rata negara Amerika Latin.

"Indonesia termasuk negara dengan jumlah barang kena cukai paling kecil, hanya tiga. Sedangkan di negara lain banyak, bisa di atas 10, termasuk negara tetangga kita seperti Thailand dan Singapura," terangnya.

Dia menyebutkan terdapat potensi barang yang dapat dikenakan cukai sebagai ekstensifikasi cukai. "Ada plastik yang selama ini ternyata masih mandek, ada minuman ringan berpemanis, ada emisi karbon dari kendaraan bermotor, baterai, dan lainnya yang dapat dicontoh dari pengenaan cukai di negara lain," ucapnya.

Pemerintah dapat melakukan benchmarking kebijakan ekstensifikasi cukai di negara lain, di antaranya penentuan objek cukainya, administrasinya, ataupun impact dari kebijakan. Negara kebijakan ekstensifikasi cukai yang dapat dicontoh adalah Thailand dan Meksiko. Kendaraan bermotor di Thailand dikenakan cukai atas emisi karbon yang dihasilkan, dengan tujuan mendorong industri tersebut bersaing dalam tatanan global.

"Tingkat diabetes di Meksiko tinggi, sama seperti di Indonesia. Hal ini menjadikan diabetes menjadi musuh di sana. Diabetes salah satunya disebabkan oleh minuman berpemanis, Meksiko mengenakan cukai atas minuman berpemanis. Kita dapat mengenakan cukai atas minuman berpemanis," pungkasnya. [rah]

Komentar Pembaca