Hasil Kajian Beberapa Penelitian, Keberadaan LPDB-KUMKM Masih Sangat Diperlukan

Ragam  SABTU, 07 DESEMBER 2019 , 22:15:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Hasil Kajian Beberapa Penelitian, Keberadaan LPDB-KUMKM Masih Sangat Diperlukan

Pemaparan hasil penilitian tentang dampak LPDB bagi KUMKM/is

Keberadaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) masih sangat diperlukan untuk pengembangan KUMKM dan masih efektif. Setidaknya hal ini terlihat dari

Berdasarkan kajian yang dilakukan selama kurun waktu 9 bulan (Februari - November 2019) yang dilkukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dengan melibatkan 230 mitra LPDB-KUMKM di enam provinsi mengungkapkan bahwa, manfaat pinjaman dana bergulir untuk koperasi dan end user penerima dana bergulir dinilai cukup tinggi. Hal ini dapat diukur dari peningkatan aset, modal kerja, omzet, laba, jumlah anggota (untuk koperasi) dan tenaga kerja.

"Penelitian melibatkan responden pelaku KUMKM penerima dana bergulir di enam provinsi yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bali, dan Lampung. Penliitin dan kajian yang dilakukan guna mengukur efektivitas penyaluran dana bergulir mendukung pengembangan permodalan KUMKM oleh LPDB," kata Teuku Syarif MS, Peneliti Ahli Utama Kementerian Koperasi dan UKM, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (7/12).

"Dilihat dari adanya peningkatan kinerja KUMKM setelah mendapatkan dana bergulir, hal ini menunjukkan LPDB-KUMKM keberadaannya masih diperlukan," tambahnya.

Sedangkan berdasarkan hasil  peneliti dari UKM Centre Universitas Indonesia (UI) terungkap bahwa, kehadiran LPDB-KUMKM dalam menyalurkan dana bergulir, ternyata mempengaruhi tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan penerima dana bergulir. Penelitian tersebut dilakukan UKM Center UI selama 5 bulan (Februari-Juni 2019).

"Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Salah satu program intervensi yang diberikan adalah melalui penguatan modal usaha melalui penyaluran dana bergulir oleh LPDB-KUMKM. Karenanya, perlu adanya indikator untuk mengukur keberhasilan program penyaluran dana bergulir," tutur Wulan, peneliti dari UKM Centre UI.

Dirinya memaparkan hasil kajiannya yang menyebutkan nilai indeks kesejahteraan individu untuk end-user LPDB-KUMKM dari sampel empat wilayah (Semarang, Denpasar, Lampung, Surabaya) sebesar 0,83.

"Itu berarti tingkat kesejahteraan individu end-user LPDB-KUMKM dari dimensi kesehatan, pendidikan dan standar hidup sangat baik," ungkap dia.

Sementara indeks kebahagiaan untuk keseluruhan sampel menunjukkan peningkatan dari 3 tahun lalu yang sebesar 77 menjadi 81 di masa kini dan 84 di 3 tahun mendatang. Prioritas hidup adalah kesejahteraan, keharmonisan, dan kesehatan  keluarga. Kepemilikan tabungan menjadi salah satu dari 10 prioritas teratas.

Selain itu, kajian yang dilakukan dalam satu tahun terakhir tersebut tidak hanya itu. Ada juga kajian Inovasi Koperasi Indonesia sebagai perkuatan strategi pengembangan koperasi dalam memperkuat perekonomian di Indonesia yang  dilakukan KOPKUN Institute. Kajian yang  yang dilaksanakan selama 3 bulan (September - November 2019) tersebut juga mengungkpakan hal yang serupa.

Masih sangat dibutuhkannya keberadaan LPDB  juga terungkap dari hasil Survey Kepuasan Mitra dan Calon Mitra LPDB-KUMKM  yang dilaksanakan internal LPDB-KUMKM yang dilaksanakan  dilaksanakan selama 5 bulan (Agustus - Desember 2019). Survery tersebut mengacu Peraturan Menteri PAN-RB No. 14 Tahun 2017. [rah]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00