Beredar Video Tes Fisik Pegawai Honorer DKI Berendam Di Got Berair Hitam

Peristiwa  RABU, 11 DESEMBER 2019 , 08:03:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Beredar Video Tes Fisik Pegawai Honorer DKI Berendam Di Got Berair Hitam

Ilustrasi/Net

Publik dikagetkan dengan beredarnya potongan video puluhan para honorer K2 dan non-K2 saat menjalani tes untuk perpanjangan kontrak kerja. Mereka dipaksa berendam di got yang airnya hitam pekat.

Dalam video berdurasi 30 detik yang tersebar, para tenaga honorer ini diminta masuk ke got yang airnya hitam dengan kedalaman sedada orang dewasa.

Baik honorer perempuan maupun laki-laki diminta berendam. Padahal, usia para honorer K2 dan non-K2 tersebut banyak yang sudah tidak muda.

Kemudian mereka disuruh berdiri berjejer dan saling pijat pundak. Sementara ada empat pria berseragam PNS memberikan instruksi kepada peserta.

Belakangan diketahui, tes perpanjangan kontrak dilaksanakan di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyesalkan tes fisik yang diperintahkan oknum PNS tersebut. Apalagi dengan cara menyuruh peserta masuk ke selokan berair kotor.

"Saya baru tahu ini kalau tesnya model begitu. Saya akan tindaklanjuti ini ke walikota Jakarta Barat. Kalau informasi ini benar, patut disayangkan,” kata Anies, Selasa (10/12).

Menurut Anies, Sekda DKI Saefullah sudah mengeluarkan SE Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP).

Di SE tersebut sudah jelas menyebutkan, untuk perpanjangan kontrak cukup mengajukan dokumentasi surat lamaran dengan menyatakan sebagai pekerja sejenis yang terikat kontrak baru. Kemudian syarat lainnya memiliki KTP, mengajukan laporan hasil evaluasi kinerja dan pejabat pembuat komitmen.

"Kalau SE sudah ada harusnya ditaati seluruh kelurahan. Apalagi SE-nya dikeluarkan 29 November 2019. Intinya hal-hal yang tidak sesuai SE harus dihentikan,” tegas Anies.

Secara terpisah, Ketua Forum Guru Tenaga Honorer dan swasta Indonesia (FGTHSI) DKI Jakarta Memed juga mengecam aksi tidak manusiawi yang dilakukan sejumlah oknum pejabat Pemprov DKI Jakarta terhadap para honorer K2 dan non-K2 saat menjalani tes untuk perpanjangan kontrak kerja.

Memed menilai, model tes lapangan dengan cara menyuruh honorer K2 dan non-K2 masuk ke dalam selokan yang airnya hitam, adalah tindakan di luar batas kemanusiaan.

"Kami mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera pecat pejabat DKI yang tidak mengindahkan Surat Edaran Sekda No 58 tahun 2019. Apa yang dilakukan Kelurahan Jelambar Jakarta Barat dengan melakukan tes fisik terhadap pelamar pegawai honorer dengan cara disuruh memasuki got selokan air tidak sesuai dengan isi SE Sekda," tegas Memed.

Terkait persyaratan perpanjangan kontrak kerja honorer, FGTHSI jauh- jauh hari telah menuntut dan mengusulkan untuk menghapus persyaratan-persyaratan yang memberatkan tersebut.

Alasan FGTHSI menghapus persyaratan tersebut karena pekerja kontrak yang mengajukan orangnya sama seperti tahun sebelumnya.

"Masa tiap tahun mengumpulkan berkas lamaran,foto, ijazah, SKCK, narkoba. Buruh pabrik saja cukup sekali membuat lamaran kerja dan membuat perjanjian kontrak kerja, Sedangkan kami bekerja di Pemerintahan masa suruh tiap tahun," keluh Memed.

Sedangkan Pembina FGTHSI Didi Suprijadi mengusulkan agar Gubernur DKI Jakarta memberikan sanksi kepada siapa saja yang tidak mengindahkan SE Sekda.

"Sanksinya bisa dipindah tugaskan menjadi pegawai biasa serta tidak diberikan tunjangan kinerja daerah (TKD) selama satu tahun," tutup Didi.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104