Fasilitas Kesehatan Distop Sepihak, Pensiunan Indosat Dizalimi

Peristiwa  RABU, 11 DESEMBER 2019 , 12:12:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Fasilitas Kesehatan Distop Sepihak, Pensiunan Indosat Dizalimi

Gedung Indosat/Net

Komunitas Pensiunan Indosat (Pesat) mengaku terzalimi dengan kebijakan yang diputuskan secara sepihak oleh direksi Indosat, tanpa adanya diskusi terlebih dahulu yang melibatkan serikat pekerja. Keputusan tersebut adalah penghentian fasilitas kesehatan pensiunan PT Indosat.

Pihak Indosat berdalih bahwa peraturan perundang-undangan tidak mensyaratkan atau mewajibkan perusahaan untuk menyediakan fasilitas kesehatan bagi para pensiunan.

Dengan pertimbangan tersebut maka PT. Indosat Tbk tidak lagi menyediakan fasilitas kesehatan bagi pensiunan terhitung sejak 1 Juli 2019. Kebijakan tersebut langsung ditandatangani oleh Direktur Utama Indosat.

Pltu Ketua Umum Pesat Bambang Irawan mengatakan, hal ini tentu bertentangan jika merujuk pada aturan yang menyebut setiap penurunan dan perubahan prosedur manfaat fasilitas kesehatan harus disepakati dengan Serikat pekerja dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan.

"Dengan pengambilan keputusan secara sepihak tersebut, Direksi Indosat menunjukan sifat yang angkuh dan arogan yang tentunya merugikan para pensiunan," kata Bambang saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (11/12).

Padahal, Bambang menambahkan, sebelum kebijakan itu dicabut, pensiunan Indosat bisa mendapatkan fasilitas kesehatan dengan hitungan Penghasilan Hari Tua per bulan dikalikan dengan 16 kali.

Namun saat ini, para pensiunan Indosat harus menelan pil pahit dengan hanya mendapatkan fasilitas kesehatan dengan perhitungan Iuran BPJS kelas I dikalikan dua dengan usia maksimal 73,5 tahun.

"Tentu saja jumlah ini sangat jauh bila dibandingkan kebijakan sebelumnya," ungkap Bambang.

Untuk klaim sendiri, PT. Indosat memberikan batas waktu kepada para pensiunan sampai dengan 16 Desember 2019. Apabila para pensiunan ngotot tidak mencairkan, maka uang tersebut dianggap hangus dan tidak ada penggantian di tahun berikutnya.

"Pengambilan keputusan ini teramat disayangkan oleh para pensiunan. Ditambah lagi Dewan Direksi Indosat yang menutup pintu untuk negosiasi semakin memperburuk keadaan," jelas Bambang.

Untuk itu Pesat mengambil inisiatif untuk mendatangi Lembaga Pengawas Ombudsman RI untuk selanjutnya dapat dibantu untuk melakukan mediasi. Selain itu, Pesat pun akan mengirimkan surat kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk dapat menjembatani masalah ini.

"Tuntutan Pesat yakni mendesak Dewan Direksi untuk dapat transparansi perhitungan yang dimaksudkan. Sebab para pensiunan merasa kerja keras yang selama ini mereka lakukan, pengabdian dan loyalitas hanya dipandang sebelah mata," tegas Bambang.

"Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, Pesat akan menempuh jalur hukum demi memperjuangkan nasib para pensiunan yang telah berjuang keras demi Indosat," tutup Bambang.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104