DKI Diminta Segera Kembangkan Wisata Halal

Ekonomi  RABU, 11 DESEMBER 2019 , 19:17:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DKI Diminta Segera Kembangkan Wisata Halal

Adi Kurnia Setiadi/Ist

Mengembangkan wisata halal yang merupakan salah satu rencana kerja pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno kembali muncul ke publik.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Alberto Ali baru-baru ini.

Alberto mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan terciptanya berbagai destinasi wisata halal di Jakarta. UKM, restoran, dan hotel adalah target utama rencana ini.

"Kami targetkan wisatawan muslim 1 juta di 2020, dengan catatan restoran dan hotel sudah bersertifikasi halal," kata Alberto.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi senyatanya mendukung penuh upaya Disparbud DKI Jakarta untuk mewujudkan ibukota sebagai destinasi wisata halal.

Adi mengatakan, Jakarta mempunyai potensi luar biasa untuk mengembangkan segmentasi pariwisata halal. Dia menyebut Jakarta ada Kota Tua, Kepulauan Seribu, dan beberapa objek keagamaan yang sebenarnya sudah sering dikunjungi oleh wisatawan seperti Masjid Istiqlal, Masjid Agung Sunda Kelapa, dan Jakarta Islamic Center.

"Potensi pariwisata halal Jakarta luar biasa. Makanya Pemprov DKI jangan ragu lagi untuk mengembangksn wisata halal," kata Adi kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/12).

Kata Adi, hampir semua destinasi di Jakarta bisa disulap menjadi wisata halal. Ia mencontohkan makam Pangeran Jayakarta, Masjid Luar Batang dan Setu Babakan.

"Proses pengenalan wisata halal bisa dimulai dengan menyediakan makanan yang tak haram terlebih dulu. Selain itu, fasilitas toilet juga mulai diperhatikan untuk laki-laki dan perempuan," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Diketahui, jumlah turis muslim yang pelesiran ke luar negeri terus meningkat.

Berdasarkan laporan Global Muslim Travel Index 2018, jumlah turis muslim secara global mencapai 121 juta orang pada 2016. Tahun berikutnya naik menjadi 131 juta turis, dan diperkirakan menjadi 156 juta turis pada 2020.

Seiring dengan meningkatnya jumlah turis muslim, nilai belanja yang dikeluarkan mereka juga ikut melonjak. Pada 2020, nilai belanja turis muslim ditaksir mencapai 220 miliar dolar AS pada 2020, dan meningkat menjadi 300 miliar dolar AS pada 2026.

Sementara laporan State of The Global Islamic Economy Report 2016/17 menyebut pengeluaran perjalanan wisata muslim pada 2021 diprediksi 243 miliar dolar AS, mengalahkan pengeluaran untuk sektor farmasi dan kosmetik (213 miliar dolar AS).

Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan potensi ekonomi wisata halal sangat bisa dimaksimalisasi asal pemerintah mampu mengelola dan mempromosikannya dengan baik.

Ia lantas memberi contoh Thailand, sebuah negara yang sebenarnya tidak dihuni masyarakat muslim tapi cukup difavoritkan jadi tujuan wisata halal. Menurutnya hal itu dapat terjadi salah satunya karena ada banyak masjid dan sertifikat halal di minimarket.[dod]

Komentar Pembaca
Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

Edhy Prabowo Kunjungi Rachmawati Soekarnoputri

JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 10:50:00

Penyuluhan Corona Di CFD

Penyuluhan Corona Di CFD

MINGGU, 08 MARET 2020 , 08:59:00

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

Cek Suhu Tubuh PNS Pemprov DKI Jakarta

RABU, 04 MARET 2020 , 10:02:00