Polemik Perberasan Rampung Dengan Inisiasi Satu Data Dari Syahrul Yasin Limpo

Nasional  SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 17:08:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Polemik Perberasan Rampung Dengan Inisiasi Satu Data Dari Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo/Net

Polemik penumpukan beras sehingga mengakibatkan penurunan mutu di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog), tak akan pernah terulang jika semua memiliki integrasi satu data.

Atas dasar itulah, Pakar Pertanian dari Universitas Nasional (Unas) IGS Soekartono mengapresiasi serta mendukung upaya penyatuan satu data, khususnya beras, yang diinisiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Upaya yang positif dilakukan Syahrul Yasin Limpo pada langkah 100 hari kerjanya. Sehingga masalah beras tidak lagi jadi perdebatan kalau semua satu data," kata Soekartono, Selasa (17/12).


"Meskipun begitu, datanya tetap harus selaras dengan kementerian lain. Apakah kebutuhan masyarakat cukup, lalu bagaimana di pasaran dan harganya, keperluan ekspor. Jadi sinkron semua," ucap Soekartono.

Soekartono berharap, inisiasi Syahrul Yasin Limpo soal satu data, termasuk beras, akan mengakhiri kemelut perberasan di Tanah Air.

Diketahui, beredar kabar bahwa Bulog akan melelang stok beras sebanyak 20 ribu ton, sebab dianggap turun mutu dan di bawah standar kelayakan pada tahun 2020.

Beras sebanyak itu merupakan penetapan kebijakan impor tahun 2018. Sedangkan di gudang Bulog tercatat keseluruhan beras tersimpan berjumlah 2,3 juta ton.

Sedangkan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, cadangan beras nasional saat ini sebesar 4.776.000 ton. Jumlah itu dirasa cukup untuk menjaga ketersediaan beras hingga Januari 2020.[dod]

Komentar Pembaca