4 Korban Dugaan Pelanggaran HAM Dan Kriminalisasi Mengadu Ke Jokowi

Hukum  JUM'AT, 20 DESEMBER 2019 , 18:58:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

4 Korban Dugaan Pelanggaran HAM Dan Kriminalisasi Mengadu Ke Jokowi

Alvin Lim (tengah)/Ist

Empat orang korban dugaan pelanggaran HAM dan kriminalisasi proses penyidikan yang melanggar hukum, melalui kuasa hukumnya membuat surat pengaduan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (20/12).

Keempat orang tersebut didakwa melanggar Pasal 303 KUHP dan TPPU tentang perjudian online dan pencucian uang.

Kasus bermula dari ditangkapnya empat orang (PT Cs) yang disangkakan dalam pembantuan kasus judi online oleh penyidik Resmob Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum PT Cs, Alvin Lim mengatakan, dalam proses penyidikan, terdapat banyak dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan penyidik.

"Antara lain, tidak adanya pendampingan pengacara dalam pemeriksaan para tersangka. Padahal pasal yang diancamkan maksimal 20 tahun, yakni melanggar Pasal 56 KUHAP," kata Alvin melalui keterangan tertulisnya.

Kuasa hukum lainnya, Tandry Laksana mengungkapkan, kejanggalan lain yang ditemukan adalah BAP saksi mahkota (US) diduga tandatangannya dipalsukan.

"Barang bukti buku tabungan dan kartu ATM BCA hilang, serta uang Rp149 juta yang diduga hasil perjudian pun hilang," ujar Tandry Laksana.

Dalam persidangan Selasa ( 17 /11 2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara juga terungkap bahwa ternyata website www.entai88.com yang dalam dakwaan dan BAP tertera sebagai website situs judi, dari hasil penelusuran adalah website yang tidak pernah dipergunakan dan tidak pernah diregistrasi siapapun. Sehingga dugaan perjudian yang dituduhkan dilakukan melalui online menjadi kabur.

Polisi menangkap empat tersangka karena diduga rekening salah satu dari empat orang tersebut digunakan sebagai rekening penampungan dana hasil perjudian online. Dimana nomor rekening tersebut didapat dari hasil chat dengan admin di website judi online tersebut.

Padahal menurut pengakuan pemilik rekening, dia tidak tahu rekening yang diberikan ke temannya tersebut digunakan untuk apa. Merekapun tidak pernah menerima uang hasil perjudian yang diakui pula oleh saksi polisi yang melapor.

Anehnya lagi, ketika Alvin Lim dalam persidangan memeriksa saksi pelapor, yaitu penyidik Resmob Polda Metro Jaya yang menangkap empat orang tersangka, tidak tahu siapa pemain dan siapa bandar judi online tersebut.

Alvin berharap agar peristiwa ini menjadi pelajaran kepada oknum aparat penegak hukum untuk tidak mencederai hak para tersangka. Karena sebelum terbukti bersalah mereka memiliki hak atas pembelaan melalui penasehat hukum yang tidak boleh dihilangkan.[,dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00