Besok, Ratusan Anggota Menwa Geruduk Kedubes Tiongkok

Polhukam  MINGGU, 05 JANUARI 2020 , 22:26:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Besok, Ratusan Anggota Menwa Geruduk Kedubes Tiongkok

Perairan Natuna/Net

Menyusul klaim Pemerintah Tiongkok terhadap Perairan Natuna yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia berencana menggelar unjuk rasa di Kedubes Tiongkok pada Senin besok (6/1) pukul 08.00 WIB.

"Kita sebagai mahasiswa dan rakyat Indonesia yang terdidik dan terlatih dalam belanegara wajib untuk ikut serta dalam pembelaan negara demi utuh dan tegaknya NKRI yang kita cintai bersama," kata Kepala Staf Menwa Indonesia M. Arwani Deni melalui keterangan tertulisnya, Minggu malam (5/1).

Menurut Deni, dalam unjuk rasa yang melibatkan sekitar 500 personel Menwa Indonesia tersebut ada tiga tuntutan yang akan disampaikan saat menggelar di Kedubes Tiongkok.

Berikut pernyataan sikap Menwa Indonesia:

1. Menuntut pencabutan klaim Pemerintah Tiongkok terhadap wilayah Perairan Natuna Kepulauan Riau

2. Menuntut permohonan maaf Pemerintah Tiongkok kepada Pemerintah dan segenap rakyat Indonesia terhadap klaim sepihak atas Perairan Natuna

3. Apabila dalam waktu 2x24 jam Kedubes Tiongkok (Pemerintah Tiongkok) tidak meminta maaf dan mencabut klaim sepihaknya atas perairan Natuna. Maka, kami akan mengepung Kedubes Tiongkok di Jakarta dan mensweeping aset-aset Pemerintah Tiongkok maupun WNA Tiongkok yang ada di wilayah NKRI

Diketahui, Natuna tengah jadi perbincangan. Ini setelah kapal-kapal nelayan dan Coast Guard China masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Kepulauan Natuna.

Pemerintah Tiongkok mengklaim kalau kapal nelayan dan coast guard tak melanggar kedaulatan Indonesia. Dasar yang dipakai Negeri Tirai Bambu mengklaim perairan Natuna adalah sembilan garis putus-putus atau nine dash line.

Secara geografis, Natuna berada di garis terdepan yang langsung berhadap-hadapan dengan beberapa negara tetangga. Bahkan, lokasinya menjorok ke tengah Laut China Selatan yang membuat rentan disengketakan. Letaknya diapit oleh wilayah Malaysia, yaitu Semenanjung Malaya di Barat, dan Sarawak di Pulau Bornoe.[dod]

Komentar Pembaca