Menwa Se Indonesia Diimbau Gandeng Gubernur Kecam Klaim China Terhadap Natuna

Polhukam  SELASA, 07 JANUARI 2020 , 09:58:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menwa Se Indonesia Diimbau Gandeng Gubernur Kecam Klaim China Terhadap Natuna

Apel siaga kedaulatan NKRI/Ist

Aksi ratusan kaum intektual yang tergabung dalam Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia bertajuk apel siaga kedaulatan NKRI, di depan Gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC), kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/1) kemarin, ternyata memperoleh simpati publik luar biasa.

Melalui keterangan tertulisnya, Selasa (7/1), Wakil Komandan Komando Nasional Menwa Indonesia Erwin H. Al Jakartaty mengatakan, untuk menyelaraskan ritme perjuangan, Komando Nasional Menwa Indonesia mengimbau seluruh Komando Menwa seluruh Indonesia untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Konsolidasikan jajaran keluarga besar baret ungu di wilayah masing-masing

2. Melakukan aksi yang sama dengan Menwa Jayakarta untuk "mengepung" kantor Konsulat RRC jika ada di wilayahnya untuk menyatakan sikap kecaman kita terhadap upaya agresi China

3. Adakan apel kesiagaan nasional di wilayah Komando Menwa masing-masing. Lebih bagus lagi jika bisa mengajak gubernur via Kesbangpol Linmas untuk bekerja sama menyelenggarakan hal sesuai poin kedua

Diketahui, massa dari 'Militer Kampus' ini menggelar apel siaga kedaulatan NKRI guna merespons peristiwa klaim sepihak negari China atas kepemilikan perairan Natuna di Kepulauan Riau.

"Kita sebagai mahasiswa dan rakyat Indonesia yang terdidik dan terlatih dalam belanegara wajib untuk ikut serta dalam pembelaan negara demi utuh dan tegaknya NKRI yang kita cintai bersama," kata Kepala Staf Menwa Indonesia M. Arwani Deni.

Natuna tengah jadi perbincangan. Ini setelah kapal-kapal nelayan dan Coast Guard China masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Kepulauan Natuna.

Pemerintah Tiongkok mengklaim kalau kapal nelayan dan coast guard tak melanggar kedaulatan Indonesia. Dasar yang dipakai Negeri Tirai Bambu mengklaim perairan Natuna adalah sembilan garis putus-putus atau nine dash line.

Secara geografis, Natuna berada di garis terdepan yang langsung berhadap-hadapan dengan beberapa negara tetangga. Bahkan, lokasinya menjorok ke tengah Laut China Selatan yang membuat rentan disengketakan. Letaknya diapit oleh wilayah Malaysia, yaitu Semenanjung Malaya di Barat, dan Sarawak di Pulau Bornoe.[dod]

Komentar Pembaca