Buka Rakernas I PDIP, Megawati Tekankan Pentingnya Badan Riset dan Inovasi Nasional

Politik  JUM'AT, 10 JANUARI 2020 , 15:45:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Buka Rakernas I PDIP, Megawati Tekankan Pentingnya Badan Riset dan Inovasi Nasional

Rakernas I PDIP di Jakarta Internasional Expo/ist

Badan Riset dan Inovasi Nasional harus berorientasi bidang ilmu pengetahuan, bukan operasional birokrasi semata. Hal itu disampaikan Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya saat membuka Rakernas I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).
 
Ia mengungkapkan bahwa, gagasan Bung Karno tentang pembentukan badan riset dan inovasi nasional adalah bertugas untuk melakukan dan mengintegrasikan riset agar pembangunan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ideologis, etis dan ilmiah.

"Oleh karena itu, organisasi kedeputian badan riset dan inovasi sudah saatnya seperti juga di negara-negara lain, berorientasi pada bidang ilmu pengetahuan, bukan operasional birokrasi," kata Megawati.

"Riset ilmu pengetahuan tersebut saya usulkan menampung empat rumpun keilmuan yang menyangkut manusia, hewan, tumbuhan dan teknologi," tambahnya.

Jika hal ini dapat diwujudkan, lanjutnya,  maka Indonesia tidak lagi terjebak pada pemikiran riset untuk pembangunan ilmu pengetahuan saja, tetapi sudah masuk pada paradigma riset ilmu pengetahuan untuk pembangunan, science based policy, science for better life, science for humanity and world peace.
 
"Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 telah mematrikan bahwa riset adalah awal dari pembangunan itu sendiri. Artinya, riset pembangunan suatu negara adalah kunci kedaulatan, termasuk dalam pembangunan bidang pertahanan dan keamanan," ungkap Megawati.

"Riset yang berdaulat, merupakan hal fundamental dalam menjalankan roda pembangunan menuju negara industri maju, negara yang mampu berdiri di atas kaki sendiri. Riset adalah langkah awal bagi suatu bangsa, untuk menjadi bangsa yang tidak hanya merdeka, tetapi juga berdaulat," ujarnya lagi. [rah]


Komentar Pembaca