Pemprov DKI Tak Gentar Digugat Korban Banjir

Megapolitan  SENIN, 13 JANUARI 2020 , 16:26:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemprov DKI Tak Gentar Digugat Korban Banjir

Yayan Yuhanah/RMOL

Pemprov DKI Jakarta tak gentar menghadapi gugatan class action soal banjir yang diajukan Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Demikian disampaikan Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhanah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/1).

Yayan menegaskan, Pemprov DKI sudah berpengalaman menangani persoalan terkait class action.

"Kami sudah sering menangani beberapa masalah class action. Jadi biasa saja sih," kata Yayan.

Kendati demikian, Yayan mengatakan, Pemprov DKI yak menganggap remeh class action warga tersebut.

"Kami sudah siapkan tim hukum dari dalam. Kalau memang perlu tenaga ahli, kita pakai tenaga ahli. Ahli apa yang kita perlukan nanti kita panggil," ujar Yayan.

Yayan menambahkan, Pemprov DKI juga akan menerjunkan tim yang terdiri dari 9-12 orang yang terdiri dari berbagai bidang keahlian untuk menghadapi class action.

"Kalau kayak hukum acaranya kami sudah menguasai. Kalau ada substansi misalnya apa, kita lihat dulu gugatannya. Nanti akan kita kaji," cetus Yayan.

"Mereka gugat apa? Apa yang mereka ganti rugi? Dasarnya apa? Kerusakannya apa? Kita siapkan ahlinya," tutup Yayan.

Sebelumnya, Anggota kuasa hukum Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020, Diarson Lubis mengatakan, ada 700 warga yang melakukan pengaduan soal banjir.

"Setelah kita verifikasi datanya ada 270 laporan," kata Diarson.

"Berdasarkan data yang lengkap itu, kami menarik perwakilannya 20 orang. Sementara total kerugian Rp 43 miliar. Tapi kita masih input juga terakhir," pungkas Diarson.[dod]

Komentar Pembaca