Di Atas KRI Semarang, Edhy Prabowo Bareng Mahfud MD Bahas Keamanan Natuna

Polhukam  RABU, 15 JANUARI 2020 , 21:34:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di Atas KRI Semarang, Edhy Prabowo Bareng Mahfud MD Bahas Keamanan Natuna

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga soal keamanan di perairan Natuna Utara/Ist

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (15/1).

Kedatangan Edhy dan Mahfud dalam rangka koordinasi lintas kementerian dan lembaga membahas keamanan di perairan Natuna Utara yang merupakan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Koordinasi sendiri dilakukan di atas geladak kapal perang KRI Semarang - 594.

Dalam keterangannya Mahfud mengatakan, kedatangannya bersama Menteri Edhy ke Natuna dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi bahwa kedaulatan Indonesia tak bisa ditawar.

"Instruksi Presiden agar volume patroli ditingkatkan dan kita menjaga kedaulatan laut kita. Hari ini kami melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga membahas mengenai pengelolaan Natuna ini," kata Mahfud di Natuna.

Tak hanya soal keamanan dan kedaulatan, rapat membahas upaya peningkatan pengelolaan sumber daya laut Indonesia khususnya di perairan Natuna.

"Makanya di sini (Natuna) akan dibangun sentra kegiatan ekonomi dengan tetap menjaga keamanan laut kita. Antara lain kita akan memperbanyak nelayan kita di sini dengan tetap memprioritaskan nelayan-nelayan setempat," kata Mahfud.

Di tempat yang sama, Edhy juga mengatakan pihaknya tengah meninjau kesiapan sarana dan prasarana penunjang kegiatan melaut para nelayan di Natuna, seperti bantuan kapal, sarana pelelangan ikan, cold storage, solar, air bersih, dan sarana penunjang lainnya.

Ke depan, KKP akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan nelayan.

Sebab, nelayan di Natuna tidak hanya membutuhkan kapal yang mumpuni untuk melaut, nelayan Natuna juga masih mengeluhkan sulitnya bahan bakar, cold storage, dan sarana pelelangan ikan.

Sekarang ada SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu) yang sudah dibangun pemerintah. Ke depan kita akan terus optimalkan SKPT ini," tutup Edhy.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00