Soal Dugaan Skandal Korupsi Rp 21 T, HMI Tuntut Erick Thohir Copot Direksi Asabri

Peristiwa  JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 18:09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Dugaan Skandal Korupsi Rp 21 T, HMI Tuntut Erick Thohir Copot Direksi Asabri

Unjuk rasa aktivis HMI di Kantor Pusat Asabri/RMOL

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi Komisariat Universitas Bhayangkara Jaya menggeruduk Kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) di Jalan Letjen Sutoyo, Jakarta Timur, Jumat siang (17/1).

PT Asabri dinilai telah melakukan investasi beresiko di 12 emiten saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2019 hingga Januari 2020 mengalami kondisi bearish (turun).

Kondisi ini berpotensi capital loss dengan nilai fantastis yakni sebesar lebih dari Rp 21 triliun dari nilai awal perhitungan Rp 52 triliun. Artinya potensi kerugian negara lebih dari Rp 10 triliun dari yang disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD,.

Koordinator Lapangan HMI Cabang Bekasi Komisariat Universitas Bhayangkara Jaya, Abdi Maulana mengatakan, uang yang tersimpan di PT Asabri merupakan duit jutaan prajurit yang umumnya berpangkat rendah.

"Namun, mereka saat ini was-was, panik dan tak karuan perasaannya dikarenakan uang asuransi pensiunnya dipakai untuk berinvestasi beresiko dalam permainan bursa saham oleh segelintir oknum Asabri dan berpotensi rugi Rp 21 triliun," kata Abdi.

Abdi mengungkapkan, duit Rp 21 triliun bukan nilai yang sedikit. Bahkan lebih besar dari beberapa skandal korupsi sebelumnya.

Karena itulah, kata Abdi, pihaknya menuntut Presiden Jokowi agar memerintahkan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus Asabri.

"Kami juga meminta Menteri BUMN Erick Thohir mencopot seluruh direksi Asabri," tegas Abdi.

Selain itu, menurut Abdi, pihaknya mendorong DPR agar membentuk pansus asuransi negara yang meliputi seluruh perusahaan asuransi milik negara termasuk BPJS yang juga rawan korupsi.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Asabri Sonny Widjadja menepis isu adanya kerugian atau korupsi di tubuh perseroan. Hal tersebut disampaikan oleh Sonny dalam konferensi pers singkat pada Kamis (16/1) di Kantor Pusat Asabri Jakarta.

Dia menyatakan bahwa informasi yang tersiar mengenai Asabri merupakan informasi yang tidak benar. "Saya tegaskan bahwa berita-berita tersebut adalah berita-berita yang tidak benar. Kepada pihak-pihak yang ingin berbicara tentang Asabri harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi," ujar Sonny.

Dia pun menyatakan bahwa masyarakat harus menghentikan berbagai pembicaraan dan pendapat yang cenderung tendensius serta menjurus ke hal negatif. Menurutnya, hal tersebut dapat mengakibatkan kegaduhan.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00